| by : R |
Tak pernah setengah hati
Ku mencintaimu ku memiliki dirimu
Setulus-tulusnya jiwa
Ku serahkan semua hanya untukmu
Tak pernah aku niati untuk melukaimu
Atau meninggalkan dirimu
Sesal ku selalu bila tak sengaja
Aku buat kau menangis
Memiliki mencintai dirimu kasihku
Tak akan pernah membuat diriku menyesal
Sungguh matiku
Hidupku ‘kan selalu membutuhkan kamu
(Takkan Pernah Setengah Hati - Tompi)
Lagu ini selalu mampu menguatkan aku untuk selalu mencintaimu. Tak habis pikir kenapa aku bisa mencintaimu. Aku begitu terhipnotis dengan semua perhatianmu, rasanya kecanduanku akan hadirmu selalu buatku merasa bahwa hidupku selalu membutuhkanmu.
***
Hampir sebulan lamanya kita berkomunikasi secara intens, tak menyangka akan begini akhirnya.
Berawal dari sekedar kagum semata hingga memiliki perasaan yang lebih dari sekedar suka yang entah mungkin orang bilang ini cinta.
Cinta„„, butuh proses tuk memulainya. Bukan cinta namanya jika hanya sekedar kagum. Cinta itu tumbuh disaat kita terbiasa dengan kehadiran seseorang yang selalu ada untuk kita. Begitupun sebaliknya. Tapi apa cinta harus saling memiliki ?
Layaknya kertas dan pena. Itulah kita. Aku adalah kertas yang selalu membutuhkan goresan-goresan pena. Sedangkan kau adalah pena yang selalu mengisi kekosongan kertasku. Agar ruang hati yang kosong ini selalu terisi penuh oleh kehadiranmu.
***
Diluar masih gelap jam masih menunjukkan pukul lima pagi, aku bergegas kekamar mandi mengambil air wudhu untuk melaksanakan kewajibanku sebagai seorang muslim. Setelah kewajibanku terpenuhi, aku lirik handphoneku ternyata ada sebuah pesan singkat . Dilirik pesan singkat semalam sekitar jam setengah satu dini hari. Ku baca ternyata kamu yang mengirim pesan singkat itu, didalam pesan singkatmu kau ingin aku bangunkanmu agar kamu bisa melaksanakan shalat subuh.
Akhirnya aku balas pesanmu untuk membangunkanmu. Ku tunggu balasan darimu, tak ada jawaban. Hingga 10 menit ku menunggu. Tak ada balasan juga. Sepertinya kamu tak kunjung bangun juga. Lalu ku ketikkan namamu di kontak handphoneku, aku tekan tombol hijau. Akupun menelponmu. Disebrang sana terdengar nada telpon hingga akhirnya berubah menjadi suara “halo” dari sesosok lelaki yang mengangkat teleponku. Sesosok lelaki yang suaranya selalu kutunggu, yang selalu ku nantikan setiap pagi, suara yang begitu indah, sangat indah, mengindahkan pagi ini.
“Halo, bangun yaa shalat subuh” hanya itu yg aku ucapkan
“Iyaa, makasih udah ngebangunin” ucapnya
“Iyaa” kataku, hingga aku langsung menutup telepon darinya.
Itu sudah kebiasaan setiap hari aku membangunkanmu, jujur itu buatku senang sekali. Mendengar suaramu setiap pagi menambahkan semangat pagi ku tiap hari. Tak salahkan jika aku melakukan hal seperti itu setiap pagi ?
***
Hari kamis telah tiba, ini yang aku tunggu sangat aku tunggu. Kuliah masuk pagi, sudah terbiasa aku membangunkanmu setiap pagi, agar aura semangat ku bertambah mendengar suara mu setiap pagi.
Waktu menujukkan pukul 7.15 aku segera bergegas siap-siap ke kampus. Semua sudah siap. Akupun keluar mengunci pintu kostan ku dan segera turun ke lantai paling bawah. Ku bawakan sepeda motorku, ku tancapkan gas lalu pergi menuju kampus.
Tiba di gedung 5 lantai 3, aku segera bergegas menuju ruang kelas kuliahku. Waktu menunjukan pukul 7.45 dosen bahasa inggris pun masuk. Aku mengikuti semua pelajaran yang dia sampaikan dengan baik. Tak lama jam menunjukan pukul sembilan lewat, akhirnya mata kuliah pun selesai. Aku memasukkan buku-bukuku kedalam tas lalu bergegas keluar kelas menuju gedung berikutnya mengikuti mata kuliah lain. Saat aku keluar kelas tiba-tiba saja sesosok jangkung, pria tampan yang selalu membuatku terpesona tiba di koridor depan kelasku. Sontak melihat sosokmu. Tiba-tiba saja hati ini berguncang hebat dari biasanya, jantungku berdegup lebih kencang dari biasanya, saat melihat sosokmu. Ku lirik kamu, kamu menyunggingkan senyumanmu untukku. Jujur ini yang ku tunggu setiap hari kamis, berjumpa denganmu di koridor, melihat wajah manismu, dan senyuman hangatmu. Kamu yang selalu membuatku terpesona akan senyumanmu. Setiap senyumanmu yang mengalir dari sudut hati, benar-benar menjadi hal luar biasa yang tak mampu aku lupakan.
Kita pun saling tegur sapa, sayangnya tak bisa bertahan lebih lama melihat sosokmu, karena aku harus bergegas menuju gedung berikutnya untuk mengikuti mata kuliah lainnya. Andai kau tahu, aku berharap ingin lebih lama berada didekatmu, menikmati wajahmu yang manis dan senyummu yang selalu membuatku terpesona. Tapi tak mengapa sapaanmu yang sederhana sangat berarti bagiku. Tutur kata yang kau ucapkan selalu ku perhatikan. Setelah ku pamit padamu tak lupa pasti kamu bilang “hati-hati yaa” . sederhana memang, tapi itu yang selalu buatku menyunggingkan senyum diwajahku.
***
Kehadiranmu yang selalu ada melalui pesan singkat, membuatku semakin yakin saja jika aku takut kehilangan sosokmu. Apalagi saat percakapan kita semakin kesini terasa sangat instens saja. Aku dan kamu memiliki rasa yang sama. Siapa tak kira, bersama seseorang yang selalu ada, selalu hadir, saling perhatian melebihi perhatian dari biasanya tidak memiliki rasa yg lebih dari sekedar suka. Kita tahu perasaan ini sama, Aku mencintaimu, begitupun sebaliknya. Aku berusaha untuk tidak menyakitimu. Apalagi meninggalkanmu. Sesal pasti jika aku melakukannya. Aku terlalu terbiasa oleh kehadiranmu belakangan ini. Bisakah kita tetap seperti ini ?
Perhatianmu yang semakin hari semakin yakin saja, terlebih kata sayang dan cinta tanpa ragu lagi selalu kau ucapkan untukku. Aku pun demikian. Meskipun tanpa ada ikatan apa-apa hanya sekedar batasan teman. Entahlah, bagiku status tidak menjadi tuntutan sebuah cinta. Aku tak butuh dan tak menuntut kejelasan kita itu apa. Karena sudah kesepakatan dari awal, kita akan lebih fokus dulu mengejar cita-cita, menuntut ilmu setinggi-tingginya demi masa depan yang lebih baik. Alasan yang klasik memang, tapi bagi kita ini sangat penting. Menuntut status kejelasan bagiku tidak terlalu penting. Perhatianmu, semangatmu, ucapan sayang dan cinta yang selalu kau lontarkan itu sudah cukup bagiku merasa nyaman, bahkan lebih nyaman. Bukankah perasaan nyaman juga tak butuh penjelasan?
Banyak yang bilang “kenapa kita tidak pacaran saja” Perasaan sayang tidak selalu didasari oleh status kan ? begitu juga keseriusan dan kesetiaan. Status tak menjamin segalanya. Kita sama-sama tak ingin saling menyakiti dan tersakiti, sama-sama tak ingin merasa kehilangan. Hingga kita tak pernah menuntut untuk suatu kejelasann kita itu apa.
Terkadang didalam hati yang teramat dalam, aku takut kehilangan sosokmu, perhatianmu yang selalu kau berikan setiap hari, semangatmu yang selalu kau lontarkan disaat aku terpuruk, ucapan cinta yang tak pernah bosan kau ungkapkan untukku. Aku takut kehilangan itu semua. Makin dan semakin takut saja kehilangan sosokmu. Sosokmu yang begitu indah dan tenang. Siapa yang rela melepaskan seseorang sepertimu. Aku sama sekali tak rela.
Hanya berdo’a dan berdo’a saja pada Allah
Agar aku dan kau selalu didekatkan. Selalu memohon dan memohon kepada Allah agar aku selalu didekatkan oleh sosok yang aku cintai, sosok laki-laki idamanku. Yaitu kamu.
***
Semua berjalan seperti biasa, hari semakin hari aku terbiasa dengan sosokmu, terlebih jika kita selalu tukar cerita lewat telepon. Saling tahu menahu tentang kita, saling berbagi ilmu denganmu si jagoan matematika, tak lupa juga berbagi cinta dan sayang yang selalu kau lontarkan begitu saja.
Berada dekatmu memang banyak sekali hal-hal positif yang kudapatkan, tidak hanya ilmu, bahkan hatimu pun bisa kudapatkan. Ini indah sangat indah, dekat dengan mu memang berbeda dari laki-laki lain, entah aku tak bisa merangkainya dengan kata-kata tentang sosokmu, karena bagiku kamu memang berbeda.
Masih ingatkah saat kita bercerita lewat telpon, saat itu juga diseberang sana kau memainkan gitar kesayanganmu dan membawakan sebuah lagu untukku ? Petikan tiap petikan gitarmu membuat hati ini begitu nyaman, begitu tenang hingga aku tak rela jika petikan gitarmu berhenti begitu saja. Ini memang sederhana, tapi penuh makna. Lagu Semua Tentang Kita dari Ex-Peterpan yang kau bawakan begitu nikmat, sangat nyaman ku dengar hingga ulu hatiku. Berharap jika suatu saat nanti aku bisa melihatmu memainkan gitar dan membawakan lagunya secara langsung khusus buatku, dan itu memang yang aku tunggu.
Cerita demi cerita selalu berbagi, hingga tak sadar bahwa kita memiliki banyak kesamaan yang sama. Mungkin kah kita ………….. ? yaah mungkin tahu maksudnya apa, bukankah berharap itu harus ? Tapi semua kehendak yang maha Esa.
Aku sebagai hamba-Nya hanya bisa berdo’a agar aku selalu didekatkan denganmu dengan ridha Allah.
***
Perlukah alasan untuk mencintaimu ? Aku tidak dapat menjelaskan alasannya…tetapi aku sungguh mencintaimu. Namun, jika cinta tetap memerlukan alasan… maka alasannya hanya satu… ANA UHIBBUKA FILLAH, Aku Mencintaimu karena Allah.
(Sesosok lelaki yang selalu menyunggingkan senyum diwajahku)
Ku mencintaimu ku memiliki dirimu
Setulus-tulusnya jiwa
Ku serahkan semua hanya untukmu
Tak pernah aku niati untuk melukaimu
Atau meninggalkan dirimu
Sesal ku selalu bila tak sengaja
Aku buat kau menangis
Memiliki mencintai dirimu kasihku
Tak akan pernah membuat diriku menyesal
Sungguh matiku
Hidupku ‘kan selalu membutuhkan kamu
(Takkan Pernah Setengah Hati - Tompi)
Lagu ini selalu mampu menguatkan aku untuk selalu mencintaimu. Tak habis pikir kenapa aku bisa mencintaimu. Aku begitu terhipnotis dengan semua perhatianmu, rasanya kecanduanku akan hadirmu selalu buatku merasa bahwa hidupku selalu membutuhkanmu.
***
Hampir sebulan lamanya kita berkomunikasi secara intens, tak menyangka akan begini akhirnya.
Berawal dari sekedar kagum semata hingga memiliki perasaan yang lebih dari sekedar suka yang entah mungkin orang bilang ini cinta.
Cinta„„, butuh proses tuk memulainya. Bukan cinta namanya jika hanya sekedar kagum. Cinta itu tumbuh disaat kita terbiasa dengan kehadiran seseorang yang selalu ada untuk kita. Begitupun sebaliknya. Tapi apa cinta harus saling memiliki ?
Layaknya kertas dan pena. Itulah kita. Aku adalah kertas yang selalu membutuhkan goresan-goresan pena. Sedangkan kau adalah pena yang selalu mengisi kekosongan kertasku. Agar ruang hati yang kosong ini selalu terisi penuh oleh kehadiranmu.
***
Diluar masih gelap jam masih menunjukkan pukul lima pagi, aku bergegas kekamar mandi mengambil air wudhu untuk melaksanakan kewajibanku sebagai seorang muslim. Setelah kewajibanku terpenuhi, aku lirik handphoneku ternyata ada sebuah pesan singkat . Dilirik pesan singkat semalam sekitar jam setengah satu dini hari. Ku baca ternyata kamu yang mengirim pesan singkat itu, didalam pesan singkatmu kau ingin aku bangunkanmu agar kamu bisa melaksanakan shalat subuh.
Akhirnya aku balas pesanmu untuk membangunkanmu. Ku tunggu balasan darimu, tak ada jawaban. Hingga 10 menit ku menunggu. Tak ada balasan juga. Sepertinya kamu tak kunjung bangun juga. Lalu ku ketikkan namamu di kontak handphoneku, aku tekan tombol hijau. Akupun menelponmu. Disebrang sana terdengar nada telpon hingga akhirnya berubah menjadi suara “halo” dari sesosok lelaki yang mengangkat teleponku. Sesosok lelaki yang suaranya selalu kutunggu, yang selalu ku nantikan setiap pagi, suara yang begitu indah, sangat indah, mengindahkan pagi ini.
“Halo, bangun yaa shalat subuh” hanya itu yg aku ucapkan
“Iyaa, makasih udah ngebangunin” ucapnya
“Iyaa” kataku, hingga aku langsung menutup telepon darinya.
Itu sudah kebiasaan setiap hari aku membangunkanmu, jujur itu buatku senang sekali. Mendengar suaramu setiap pagi menambahkan semangat pagi ku tiap hari. Tak salahkan jika aku melakukan hal seperti itu setiap pagi ?
***
Hari kamis telah tiba, ini yang aku tunggu sangat aku tunggu. Kuliah masuk pagi, sudah terbiasa aku membangunkanmu setiap pagi, agar aura semangat ku bertambah mendengar suara mu setiap pagi.
Waktu menujukkan pukul 7.15 aku segera bergegas siap-siap ke kampus. Semua sudah siap. Akupun keluar mengunci pintu kostan ku dan segera turun ke lantai paling bawah. Ku bawakan sepeda motorku, ku tancapkan gas lalu pergi menuju kampus.
Tiba di gedung 5 lantai 3, aku segera bergegas menuju ruang kelas kuliahku. Waktu menunjukan pukul 7.45 dosen bahasa inggris pun masuk. Aku mengikuti semua pelajaran yang dia sampaikan dengan baik. Tak lama jam menunjukan pukul sembilan lewat, akhirnya mata kuliah pun selesai. Aku memasukkan buku-bukuku kedalam tas lalu bergegas keluar kelas menuju gedung berikutnya mengikuti mata kuliah lain. Saat aku keluar kelas tiba-tiba saja sesosok jangkung, pria tampan yang selalu membuatku terpesona tiba di koridor depan kelasku. Sontak melihat sosokmu. Tiba-tiba saja hati ini berguncang hebat dari biasanya, jantungku berdegup lebih kencang dari biasanya, saat melihat sosokmu. Ku lirik kamu, kamu menyunggingkan senyumanmu untukku. Jujur ini yang ku tunggu setiap hari kamis, berjumpa denganmu di koridor, melihat wajah manismu, dan senyuman hangatmu. Kamu yang selalu membuatku terpesona akan senyumanmu. Setiap senyumanmu yang mengalir dari sudut hati, benar-benar menjadi hal luar biasa yang tak mampu aku lupakan.
Kita pun saling tegur sapa, sayangnya tak bisa bertahan lebih lama melihat sosokmu, karena aku harus bergegas menuju gedung berikutnya untuk mengikuti mata kuliah lainnya. Andai kau tahu, aku berharap ingin lebih lama berada didekatmu, menikmati wajahmu yang manis dan senyummu yang selalu membuatku terpesona. Tapi tak mengapa sapaanmu yang sederhana sangat berarti bagiku. Tutur kata yang kau ucapkan selalu ku perhatikan. Setelah ku pamit padamu tak lupa pasti kamu bilang “hati-hati yaa” . sederhana memang, tapi itu yang selalu buatku menyunggingkan senyum diwajahku.
***
Kehadiranmu yang selalu ada melalui pesan singkat, membuatku semakin yakin saja jika aku takut kehilangan sosokmu. Apalagi saat percakapan kita semakin kesini terasa sangat instens saja. Aku dan kamu memiliki rasa yang sama. Siapa tak kira, bersama seseorang yang selalu ada, selalu hadir, saling perhatian melebihi perhatian dari biasanya tidak memiliki rasa yg lebih dari sekedar suka. Kita tahu perasaan ini sama, Aku mencintaimu, begitupun sebaliknya. Aku berusaha untuk tidak menyakitimu. Apalagi meninggalkanmu. Sesal pasti jika aku melakukannya. Aku terlalu terbiasa oleh kehadiranmu belakangan ini. Bisakah kita tetap seperti ini ?
Perhatianmu yang semakin hari semakin yakin saja, terlebih kata sayang dan cinta tanpa ragu lagi selalu kau ucapkan untukku. Aku pun demikian. Meskipun tanpa ada ikatan apa-apa hanya sekedar batasan teman. Entahlah, bagiku status tidak menjadi tuntutan sebuah cinta. Aku tak butuh dan tak menuntut kejelasan kita itu apa. Karena sudah kesepakatan dari awal, kita akan lebih fokus dulu mengejar cita-cita, menuntut ilmu setinggi-tingginya demi masa depan yang lebih baik. Alasan yang klasik memang, tapi bagi kita ini sangat penting. Menuntut status kejelasan bagiku tidak terlalu penting. Perhatianmu, semangatmu, ucapan sayang dan cinta yang selalu kau lontarkan itu sudah cukup bagiku merasa nyaman, bahkan lebih nyaman. Bukankah perasaan nyaman juga tak butuh penjelasan?
Banyak yang bilang “kenapa kita tidak pacaran saja” Perasaan sayang tidak selalu didasari oleh status kan ? begitu juga keseriusan dan kesetiaan. Status tak menjamin segalanya. Kita sama-sama tak ingin saling menyakiti dan tersakiti, sama-sama tak ingin merasa kehilangan. Hingga kita tak pernah menuntut untuk suatu kejelasann kita itu apa.
Terkadang didalam hati yang teramat dalam, aku takut kehilangan sosokmu, perhatianmu yang selalu kau berikan setiap hari, semangatmu yang selalu kau lontarkan disaat aku terpuruk, ucapan cinta yang tak pernah bosan kau ungkapkan untukku. Aku takut kehilangan itu semua. Makin dan semakin takut saja kehilangan sosokmu. Sosokmu yang begitu indah dan tenang. Siapa yang rela melepaskan seseorang sepertimu. Aku sama sekali tak rela.
Hanya berdo’a dan berdo’a saja pada Allah
Agar aku dan kau selalu didekatkan. Selalu memohon dan memohon kepada Allah agar aku selalu didekatkan oleh sosok yang aku cintai, sosok laki-laki idamanku. Yaitu kamu.
***
Semua berjalan seperti biasa, hari semakin hari aku terbiasa dengan sosokmu, terlebih jika kita selalu tukar cerita lewat telepon. Saling tahu menahu tentang kita, saling berbagi ilmu denganmu si jagoan matematika, tak lupa juga berbagi cinta dan sayang yang selalu kau lontarkan begitu saja.
Berada dekatmu memang banyak sekali hal-hal positif yang kudapatkan, tidak hanya ilmu, bahkan hatimu pun bisa kudapatkan. Ini indah sangat indah, dekat dengan mu memang berbeda dari laki-laki lain, entah aku tak bisa merangkainya dengan kata-kata tentang sosokmu, karena bagiku kamu memang berbeda.
Masih ingatkah saat kita bercerita lewat telpon, saat itu juga diseberang sana kau memainkan gitar kesayanganmu dan membawakan sebuah lagu untukku ? Petikan tiap petikan gitarmu membuat hati ini begitu nyaman, begitu tenang hingga aku tak rela jika petikan gitarmu berhenti begitu saja. Ini memang sederhana, tapi penuh makna. Lagu Semua Tentang Kita dari Ex-Peterpan yang kau bawakan begitu nikmat, sangat nyaman ku dengar hingga ulu hatiku. Berharap jika suatu saat nanti aku bisa melihatmu memainkan gitar dan membawakan lagunya secara langsung khusus buatku, dan itu memang yang aku tunggu.
Cerita demi cerita selalu berbagi, hingga tak sadar bahwa kita memiliki banyak kesamaan yang sama. Mungkin kah kita ………….. ? yaah mungkin tahu maksudnya apa, bukankah berharap itu harus ? Tapi semua kehendak yang maha Esa.
Aku sebagai hamba-Nya hanya bisa berdo’a agar aku selalu didekatkan denganmu dengan ridha Allah.
***
Perlukah alasan untuk mencintaimu ? Aku tidak dapat menjelaskan alasannya…tetapi aku sungguh mencintaimu. Namun, jika cinta tetap memerlukan alasan… maka alasannya hanya satu… ANA UHIBBUKA FILLAH, Aku Mencintaimu karena Allah.
(Sesosok lelaki yang selalu menyunggingkan senyum diwajahku)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar