Penantianku
sia-sia
Setiap hari minggu kamu pasti dan
selalu memberikan kabar untukku, karena hanya waktu hari minggulah kau bisa
menghubungiku. Namun, meskipun begitu aku tetap sabar menantimu, menanti
kabarmu, menahan rindu beratku padamu. Karena setiap detik, setiap menit,
setiap waktu bahkan setiap hembusan napasku, aku tak pernah berhenti
merindukanmu kasih.
Sudah jam 9 pagi, kau tak kunjung juga
memberi kabar untukku. Mungkin masih sibuk kali ya. Sambil menunggu kabar
darimu, aku memutuskan untuk pergi kerumah temanku, yaa hanya sekedar main
mainlah di hari minggu.
Ketika tiba dirumah teman, akhirnya
kau pun memberi kabar lewat pesan singkat. Ya meskipun hanya pesan singkat,
namun itu sangat berarti untukku dan itu membuat rindukku terhadapmu sedikit
terobati. Kehadiranmu yang hanya sekedar
pesan singkat membuatku bahagia. Mesti kabarmu hanya singkat, namun hatiku lega
karena kau masih ada untukku, masih setia untukku. dan akupun akan selalu
menunggu kau pulang.
“Selamat pagi sayang” itulah pesan
singkat mu yang selalu kau kirim setiap hari minggu. Dan pasti akan selalu ku
balas. Setelah basa basi ngaler ngidul obrolan kita lewat pesan singkat,
ternyata kau bilang bahwa sekarang ada disini kau pulang. Mengapa kau tak memberi kabar dulu
padaku jika kau pulang sayang ? Ya walaupun kau pulang sekedar mengambil
sesuatu untuk peralatan sekolahmu namun itu buatku bahagia meskipun kau nanti
siang kau akan kembali lagi ke sekolah mu yang jauh disana.
Aku ceritakan kepada temanku bahwa kau
ada disini kau pulang, dan temanku memberi saran bahwa aku harus menemuimu
walaupun hanya sebentar. Awalnya aku tak mau karena aku tahu kamu cape, kamu
lelah, karena harus pulang pergi rumah dan sekolahmu yang begitu sangat jauh
dan bisa di tempuh hingga 8 jam. Aku yakin mungkin kamu lelah diperjalanan dan
pasti butuh istirahat walaupun sebentar, meskipun di hati kecil ini ingin
sekali menemuimu kerumahmu mengobati rinduku yang sudah lama tertahan dan
terpendam terhadapmu. Namun, setelah pikir-pikir ternyata temanku benar, aku
harus menemuimu harus mengobati rindu beratku ini walau hanya sekejap saja. Aku
pun memutuskan untuk pergi kerumahmu. Lalu aku pun mengirim massage bahwa aku
akan kesana kerumahmu.
Tiba-tiba saja, belum juga setengah
jalan aku menuju rumahmu, kau mengirim message bahwa kau sekarang sudah pergi
lagi. Sakit memang, aku sudah membayangkan tuk bertemu denganmu, namun kau
pergi lagi untuk menggapai cita-citamu. Tak apalah demi masa depanmu aku tahan
rinduku ini dan aku tetap menantimu pulang. Karena ku yakin suatu saat nanti
kau akan pulang untukku. Akhirnya akupun berbelok arah menuju rumah.
Setelah tiba dirumah, ku lirik
blackberryku ternyata ada pesan singkat darimu. Dan kau mengirimku message yang
membuat aku terdiam membisu, yang membuatku lemah dan membuatku sakit.
“sayang sebelumnya aku minta maaf
mungkin keputusan ini terlalu lancang buat aku lontarkan, tapi mungkin ini juga
bakalan bisa menjadi yang terbaik buat kamu, kayanya aku gak bisa jadi yang
terbaik buat kamu, karena kamu terlalu baik buat menunggu aku yang belum tentu
bisa bahagiakan kamu, sekali lagi aku minta maaf ya aku ga bisa melanjutkan
hubungan ini, aku yakin setelah ini, ada orang diluar sana yang lebih baik dan
pasti bisa bahagiakan kamu. Maaf”
Hati ini bagaikan ditusuk beribu ribu
jarum sangaaaat sakit. Semudah itu kau katakan itu? semudah itu kau ambil
keputusan ?
Awalnya aku memang kaget mendengar
keputusan darimu, dan aku tak menyangka kau lakukan ini padaku. Aku mencoba
untuk bertahan tapi apa dikata kau bilang keputusanmu terlanjur untuk di
ucapkan dan kau bilang kau tak mau aku lebih sakit dari ini. Siapa bilang ?
justru aku sakit kau tinggalkan. Aku sakit tanpamu sayang. Begitu tega kau
lakukan ini padaku, dimana hati kamu sayang ? apa kau tak sadar aku rela
menunggumu, aku rela menahan rindu demi kamu, ya semua demi kamu! kamu yang
selalu kucintai dan kusayangi. Dan sekarang kau sia siakan ku begitu saja, kau
hancurkan hatiku kau remukkan jantungku. Kau sia-siakan penantianku sayang :”(,
tega nya dirimu mengambil keputusan secepat ini.
Tak lama setelah keputusan itu, aku
mendengar bahwa sekarang kau menjalin hubungan lagi bersama kekasihmu dulu.
Sakit semakin sakit hati ini mendengar itu semua. Untuk meyakini nya aku
terpaksa membuat twitterku lalu ku buka TL kamu dan benar kau sekarang
bersamanya.
Oh, jadi selama ini apa ? pelampiasan
saja terhadapku? Kau tega lakukan ini terhadapku, aku yang begitu tulus
mencintaimu. Dasar lelaki yang tak punya perasaan. Mengapa tidak dari dulu saja
kau pacaran dengan kekasihmu dulu, mengapa kau harus permainkan dulu perasaanku
? teganya kamu!!
Sakit sangaaaaat sakit, memang aku tak
secantik dia, tak sesempurna dia. Tapi mengapa kau tega mempermainkan
perasaanku ? memang ini semua telah terjadi dan percuma juga menyesali semuanya
tapi setidaknya kamu berpikir sebelum bertindak, sebelum kau menyakiti org
lain, terlebih wanita, terlebih aku yang begitu tulus mencintaimu. Tau ga
rasanya dipermainkan ? Sakiiiit banget sayang.
Selamat ya kamu sudah kembali lagi
bersama dia, ingat jaga dia. Jangan sampai nyakitin dia seperti kamu
menyakitiku. Selamat kamu sudah temukan seseorang yg kamu cintai dan
mencintaimu. Namun aku ? Aku disini hanya bisa tersenyum melihatmu bahagia :').
Karena aku sadar kok aku tidak ada apa apanya sama dia jauuuuuuuh banget
perbandingannya. Pantas kok kamu memilihnya :')
Hanya saja aku terlalu bodoh dengan
mudah jatuh kedalam pelukanmu, dan bodohnya aku pun tertipu oleh semua kata
manismu dulu :')
Andai saja aku pintar membaca
pikiranmu mungkin aku tak kan mudah terperangkap akan janji manismu akan cinta
palsumu terhadapmu.
Terimakasih kau telah menyianyiakan
penantianku.
Untuk Sang Captain yang menyianyiakan penantianku