Laman

Jumat, 27 Desember 2013

Penantianku Sia-sia



Penantianku sia-sia

      Akhirnya hari minggu telah tiba, hari yang selalu ku tunggu, hari yang selalu ku nanti. Mengapa demikian ? Alasannya adalah kamu. Sang Calon Kapten Pelaut yang kini menjadi milikku. Yang kini berada jauh dariku.
     Setiap hari minggu kamu pasti dan selalu memberikan kabar untukku, karena hanya waktu hari minggulah kau bisa menghubungiku. Namun, meskipun begitu aku tetap sabar menantimu, menanti kabarmu, menahan rindu beratku padamu. Karena setiap detik, setiap menit, setiap waktu bahkan setiap hembusan napasku, aku tak pernah berhenti merindukanmu kasih.
     Sudah jam 9 pagi, kau tak kunjung juga memberi kabar untukku. Mungkin masih sibuk kali ya. Sambil menunggu kabar darimu, aku memutuskan untuk pergi kerumah temanku, yaa hanya sekedar main mainlah di hari minggu.
     Ketika tiba dirumah teman, akhirnya kau pun memberi kabar lewat pesan singkat. Ya meskipun hanya pesan singkat, namun itu sangat berarti untukku dan itu membuat rindukku terhadapmu sedikit terobati.  Kehadiranmu yang hanya sekedar pesan singkat membuatku bahagia. Mesti kabarmu hanya singkat, namun hatiku lega karena kau masih ada untukku, masih setia untukku. dan akupun akan selalu menunggu kau pulang.
     “Selamat pagi sayang” itulah pesan singkat mu yang selalu kau kirim setiap hari minggu. Dan pasti akan selalu ku balas. Setelah basa basi ngaler ngidul obrolan kita lewat pesan singkat, ternyata kau bilang bahwa sekarang ada disini kau pulang. Mengapa kau tak memberi kabar dulu padaku jika kau pulang sayang ? Ya walaupun kau pulang sekedar mengambil sesuatu untuk peralatan sekolahmu namun itu buatku bahagia meskipun kau nanti siang kau akan kembali lagi ke sekolah mu yang jauh disana.
     Aku ceritakan kepada temanku bahwa kau ada disini kau pulang, dan temanku memberi saran bahwa aku harus menemuimu walaupun hanya sebentar. Awalnya aku tak mau karena aku tahu kamu cape, kamu lelah, karena harus pulang pergi rumah dan sekolahmu yang begitu sangat jauh dan bisa di tempuh hingga 8 jam. Aku yakin mungkin kamu lelah diperjalanan dan pasti butuh istirahat walaupun sebentar, meskipun di hati kecil ini ingin sekali menemuimu kerumahmu mengobati rinduku yang sudah lama tertahan dan terpendam terhadapmu. Namun, setelah pikir-pikir ternyata temanku benar, aku harus menemuimu harus mengobati rindu beratku ini walau hanya sekejap saja. Aku pun memutuskan untuk pergi kerumahmu. Lalu aku pun mengirim massage bahwa aku akan kesana kerumahmu.
     Tiba-tiba saja, belum juga setengah jalan aku menuju rumahmu, kau mengirim message bahwa kau sekarang sudah pergi lagi. Sakit memang, aku sudah membayangkan tuk bertemu denganmu, namun kau pergi lagi untuk menggapai cita-citamu. Tak apalah demi masa depanmu aku tahan rinduku ini dan aku tetap menantimu pulang. Karena ku yakin suatu saat nanti kau akan pulang untukku. Akhirnya akupun berbelok arah menuju rumah.
     Setelah tiba dirumah, ku lirik blackberryku ternyata ada pesan singkat darimu. Dan kau mengirimku message yang membuat aku terdiam membisu, yang membuatku lemah dan membuatku sakit.

     “sayang sebelumnya aku minta maaf mungkin keputusan ini terlalu lancang buat aku lontarkan, tapi mungkin ini juga bakalan bisa menjadi yang terbaik buat kamu, kayanya aku gak bisa jadi yang terbaik buat kamu, karena kamu terlalu baik buat menunggu aku yang belum tentu bisa bahagiakan kamu, sekali lagi aku minta maaf ya aku ga bisa melanjutkan hubungan ini, aku yakin setelah ini, ada orang diluar sana yang lebih baik dan pasti bisa bahagiakan kamu. Maaf”

     Hati ini bagaikan ditusuk beribu ribu jarum sangaaaat sakit. Semudah itu kau katakan itu? semudah itu kau ambil keputusan ?
     Awalnya aku memang kaget mendengar keputusan darimu, dan aku tak menyangka kau lakukan ini padaku. Aku mencoba untuk bertahan tapi apa dikata kau bilang keputusanmu terlanjur untuk di ucapkan dan kau bilang kau tak mau aku lebih sakit dari ini. Siapa bilang ? justru aku sakit kau tinggalkan. Aku sakit tanpamu sayang. Begitu tega kau lakukan ini padaku, dimana hati kamu sayang ? apa kau tak sadar aku rela menunggumu, aku rela menahan rindu demi kamu, ya semua demi kamu! kamu yang selalu kucintai dan kusayangi. Dan sekarang kau sia siakan ku begitu saja, kau hancurkan hatiku kau remukkan jantungku. Kau sia-siakan penantianku sayang :”(, tega nya dirimu mengambil keputusan secepat ini.

     Tak lama setelah keputusan itu, aku mendengar bahwa sekarang kau menjalin hubungan lagi bersama kekasihmu dulu. Sakit semakin sakit hati ini mendengar itu semua. Untuk meyakini nya aku terpaksa membuat twitterku lalu ku buka TL kamu dan benar kau sekarang bersamanya.
     Oh, jadi selama ini apa ? pelampiasan saja terhadapku? Kau tega lakukan ini terhadapku, aku yang begitu tulus mencintaimu. Dasar lelaki yang tak punya perasaan. Mengapa tidak dari dulu saja kau pacaran dengan kekasihmu dulu, mengapa kau harus permainkan dulu perasaanku ? teganya kamu!!
     Sakit sangaaaaat sakit, memang aku tak secantik dia, tak sesempurna dia. Tapi mengapa kau tega mempermainkan perasaanku ? memang ini semua telah terjadi dan percuma juga menyesali semuanya tapi setidaknya kamu berpikir sebelum bertindak, sebelum kau menyakiti org lain, terlebih wanita, terlebih aku yang begitu tulus mencintaimu. Tau ga rasanya dipermainkan ? Sakiiiit banget sayang.

     Selamat ya kamu sudah kembali lagi bersama dia, ingat jaga dia. Jangan sampai nyakitin dia seperti kamu menyakitiku. Selamat kamu sudah temukan seseorang yg kamu cintai dan mencintaimu. Namun aku ? Aku disini hanya bisa tersenyum melihatmu bahagia :'). Karena aku sadar kok aku tidak ada apa apanya sama dia jauuuuuuuh banget perbandingannya. Pantas kok kamu memilihnya :')
     Hanya saja aku terlalu bodoh dengan mudah jatuh kedalam pelukanmu, dan bodohnya aku pun tertipu oleh semua kata manismu dulu :')
     Andai saja aku pintar membaca pikiranmu mungkin aku tak kan mudah terperangkap akan janji manismu akan cinta palsumu terhadapmu.
     Terimakasih kau telah menyianyiakan penantianku.


Untuk Sang Captain yang menyianyiakan penantianku

Kamis, 05 Desember 2013

Pikirku Benar!! Kau memang Berubah



Pikirku Benar!! Kau memang Berubah
Sejak kejadian sakit itu, sejak aku jarang jalan berdua sama kamu, sejak aku tak  bisa kemana-mana karena sakit. Kau mulai berubah, kau mulai berjarak, kau tak sedeket dulu, kau semakin cuek.

Oke dulu aku ngerti kamu cuek mungkin karena aku sakit, mungkin karena aku tak bisa ngasih perhatian yang lebih karena aku sendiri tak bisa memperhatikan diriku sendiri, tapi setelah aku sembuh, kau tetap seperti itu, bahkan sekarang kau berubah. Kemana kamu yang dulu ? 

Apalagi disaat aku dibonceng sama kamu terus aku mencoba meluk kamu dari belakang dan kamu lepaskan tanganku begitu saja, kenapa kamu seperti ini ? dulu saat aku peluk kamu dari belakang kau tak pernah melepaskan begitu saja, bahkan dulu kau pegang erat tanganku dengan penuh kasih sayang, aku rindu itu. Aku rindu kamu yang dulu, meskipun terkadang kamu sering ngemodus ini itu hanya untuk dekat dengan ku, tapi aku seneng karena ku tahu kamu memang sayang sama aku. Tapi sekarang ? kau berubah bahkan kita tak pernah bersama, padahal dua hari lagi kita anniversary di malam minggu pula. Aku ingin sekali disaat anniversary itu aku jalan sama kamu berdua, tapi kenyataannya kau berubah.

Oke! Mungkin kamu orangnya seperti itu, aku ngerti banget bahkan sabar kok menghadapi ini semua.  Tapi jika terlalu berlebihan ini semakin sakit, apa kau tak merasakan nya ? aku sabar banget ngadepin  kamu yang cuek, kamu yang ke ganjenan didepan cewek- cewek, aku sabar mengahadapi itu semua, karena aku takut, takut kehilanganmu. Aku tak mau cintaku kandas seperti cinta-cintaku dulu. 

Jika aku lemah, mungkin aku menyerah saja menghadapi semua ini, karena sebenernya aku cape. Tapi karena aku sayang karena aku cinta, aku ingin mempertahankan semua ini, aku ingin tetap bersamamu, aku ingin menjadi perempuan yang berbeda dimata kamu. 

Okelah, mungkin saat ini aku harus sabar menghadapi semua kelakuanmu yang super cuek dan terkadang keganjenan di depan cewek-cewek. Sok aja, kamu main sana senang-senang sekarang, nikmatin saja apa yang kamu inginkan. Asal kamu tahu aja, disini aku yang mencintaimu dengan tulus akan mencoba bertahan demi kamu demi cinta kita. Karena aku terlanjur cinta sama kamu, dan akan selalu cinta kamu apa adanya tanpa mengapa tanpa tetapi.

Ku harap kau pun  begitu :’)


untuk seseorang yang selalu aku cintai hingga saat ini <3 


Kamis, 28 November 2013

Akhir- akhir ini Kau Berubah



Akhir- akhir ini Kau Berubah

Kulihat status twittermu, kamu seperti galau sedih apalah. Aku tak tahu kenapa kamu seperti itu, aku mencoba bertanya kau malah tak mau menjawab. Padahal hubungan kita selama ini baik- baik aja. Tak ada konflik atau pun masalah, bahkan aku pun perasaan tidak membuatmu kesal. Memang sekarang aku sedang sakit, dan akhir-akhir ini pun kita tak punya waktu untuk berdua. Aku terlalu sibuk mengurus diri sendiri. Tapi mengapa kau akhir- akhir ini berubah sayang ? apa karena aku kurang perhatian sama kamu ? karena ku sakit kau berubah ? atau mungkin kamu sedang memiliki masalah pribadi ? ayo sayang cerita, jangan membuatku bingung dan diam tak bisa berbuat apa- apa untukmu, aku ingin membantumu, aku takut kamu kenapa- kenapa, jangan anggap karena aku sakit kamu malah diam tanpa mau bicara kegalauanmu akhir- akhir ini.
Cuek ? ya sekarang kamu jadi agak cuek. Terkadang jika bertemu pun kita jadi jarang berbicara, kalo bicara pun seadanya saja. Bahkan di pesan singkat kamu jadi cuek. Kenapa sayang ? aku khawatir kamu kenapa- kenapa. Kenapa kau tak mau cerita, aku kekasihmu, aku layak membantumu sayang.
Terkadang jika aku bicara kamu tak merespon. Dulu kau tak seperti ini, kamu selalu ceria didepanku di depan teman- teman. Tapi sekarang kau menjadi banyak murung, banyak melamun. Aku khawatir. Aku ingin membantumu, bahkan aku ingin memelukmu disaat kamu terjatuh, aku ingin merasakan apa yang kamu rasakan sekarang, meskipun sakit. Karena aku terlanjur sayang sama kamu. Aku tak mau kehilangan kamu.
Okelah, jika mungkin sekarang kamu boleh cuekin aku, tapi kamu tak boleh cuekin cinta kamu untukku. Mungkin sekarang kamu butuh waktu untuk menenangkan diri dulu, aku mengerti. Namun, jika kamu butuh bantuan, tengoklah aku sayang, disini aku akan selalu ada dan berusaha untuk membantumu sebisaku. Karena ku sayang kamu.

Kamis, 14 November 2013

Begitu Mudah Kau Tinggalkanku



Begitu mudah kau tinggalkanku
“PUTUS” hahahahaha kata yang paling sakit yang pernah aku dengar dari mulutmu boy!!! Helooo segampang itu ya kau buat keputusan, mana janji manismu boy! Katanya cinta katanya sayang. Ahhh Bohong besar!
Tega ya kamu! Tidak punya hati banget ya! Mana hatimu boy, oh iya lupa hatimu masih nempel sama dia yaaa ? haha iya dia mantan mu, mantanmu yang paling cantik itu. Ya! Ku akui dia lebih cantik dari aku. Tapi seenggaknya hargai perasaankulah. Aku begitu tulus mencintaimu menyayangiku, tapi kamu sia siakan semua itu ? harusnya kamu mikir dong! Mantan mu aja belum tentu tulus menyayangimu. Terus aja kejar dia dan terus aja sakitin orang orang yang menyayangi mu. Gak punya hati banget sih!
Siapa yang ga sakit hati ? Lagi sayang sayangnya, lagi cinta cintanya malah ninggalin begitu saja. Padahal kita belum pernah bertengkar ketika masih pacaran, belum pernah adan konflik tentang hubungan kita. Bahkan sebelum putus pun, kau bahkan pagi-pagi ngucapin selamat pagi bilang sayang inilah itulah lewat pesan singkat. Namun, entah kenapa tidak ada angin tidak ada hujan kau bilang “sayang sebelumnya aku minta maaf mungkin keputusanku terlalu lancang buat aku lontarkan, tapi mungkin ini juga bakalan bisa menjadi yang terbaik buat kamu, kayaknya aku gak bisa jadi yang terbaik buat kamu, karena kamu terlalu baik buat nunggu aku yang belum tentu bisa lebih bahagiain kamu, sekali lagi aku minta maaf ya aku ga bisa lanjutin hubungan ini, aku yakin setelah ini ada orang diluar sana yang lebih baik dan pasti bisa bahagiain kamu. Maaf ”  SAKIT boy!!! Sakit hati banget! Kata siapa aku enggak bahagia, aku begitu bahagia memilikimu, meskipun aku harus nunggu kamu sampai lulus pendidikan aku rela. Salah kamu boy! Salah besar! Begitu sabar aku nunggu kamu, begitu kuat aku harus menahan rindu padamu, tapi ini yang kamu balas, meninggalkanku hanya karena tidak bisa bahagiakan aku. Hahaha Alasan palsu. Aku tahu banget, kamu meninggalkanmu bukan karena alesan itu, tapi demi dia kan ? mantan kekasihmu itu kan ? yang paling kau cintai ? Lantas dulu kenapa ? kenapa kau mudah bilang sayang padaku, dan bodohnya aku begitu gampang terjerat akan cinta palsumu. Cinta itu memang sangat buta, dengan gampangnya aku mencintamu, gampang pula kau meninggalkanku hanya demi seorang wanita lain yang belum tentu juga mencintaimu setulus aku menyayangiku.
Tapi, jika ini memang terbaik, jika memang kita tak berjodoh, ya aku ikhlaskan saja, walaupun dalam hati tidak ikhlas, tapi apa daya. Toh semua sudah terjadi, percuma juga aku pertahankan cintaku untukmu, jika kamu tak pernah bisa mempertahankannya. Bahkan takkan pernah bisa.
Aku terima jika itu keputusanmu, karena aku tak bisa memaksamu untuk mencintaiku, bahkan takkan pernah bisa. Sebelumnya aku begitu terimakasih kau telah mampir dihidupku, diceritaku. Meskipun harus berakhir seperti ini.
Dan sekarang takkan ada lagi yang ku tunggu dan ku rindukan.




Untuk sang captain yang dulu pernah singgah dihatiku

Sabtu, 09 November 2013

Menunggumu atau Menyerah saja



“Aku sayang kamu” itu yang selalu kau katakan padaku namun hanya sebatas kata sayang tak pernah lebih. Katamu aku kamu akan menjadi kita, tapi mana ? Harus sabar ya kang ?



Entahlah, kita sama-sama tahu dengan perasaan masing- masing. Kita saling sayang, kita saling cinta, kita saling suka, tapi tak mau kita perjuangkan untuk saling memiliki.




Masih ingat, ketika kita berbicara serius tentang hubungan kita yang tak pasti. Kau bilang kau tak bisa memilikiku untuk sekarang, kau bilang kau takut aku hanya sebagai pelampiasan. Tapi kenapa, kenapa kau melakukan ini padaku? Kenapa kau harus bilang sayang jika tak ingin kau perjuangkan.




Jujur saja aku sakit disaat kamu berkata seperti itu, aku tak tau apakah aku harus terus berharap akan cintamu dan menunggu sabar sampai kita bisa saling memiliki atau aku harus pergi dari kehidupanmu dan menyerah begitu saja.




Aku wanita aku hanya bisa menunggu, aku tak bisa mengungkapkan, aku tak bisa memaksamu untuk memilikimu seutuhnya.




Akhirnya, ku coba tuk sedikit jauh darimu, sehari dua hari aku mulai beda, sikapku mulai dingin terhadapmu. Namun, sebenarnya aku tak tega melakukan ini padamu. Tapi apa daya, aku hanya ingin mencari kepastian tentang hubungan ini. Aku tak mau orang- orang bilang kita ada hubungan special ya sebut saja pacaran, padahal itu salah aku dan kamu tetap beranggapan teman tak lebih, meski perasaan aku ke kamu itu melebihi batas kewajaran yaaaa, aku mencintaimu dengan tulus. Namun aku tak bisa ungkapkan ini padamu, karena aku wanita.




Begitu sakit aku menjauhimu. Jujur saja aku galau karenamu, karena ketidakpastianmu akan hubungan ini. Bahkan sampai berpikir “ngapain berharap yang tak pasti”. Tak lama kau pun akhirnya peka terhadap apa yang ku lakukan padamu. Kamu pun akhirnya menemuiku dan berkata kamu ingin berbicara serius tentang hubungan ini.




Tapi aku ragu, aku takut menemuimu. Pikiranku menjadi kacau tentang mu. Aku takut kau akan memberikan harapan kosong terhadapku, itu alasan kenapa aku menjauhimu.




Namun, pikirku salah. Kau datang dan menjelaskan semuanya. Kau bilang kau ingin memilikiku sepenuhnya, kau sudah tak ragu akan perasaanmu padaku. Dan entahlah, aku pun tak bisa berbuat apa apa, hatiku terlalu bahagia mendengar apa yang kau ungkapkan padaku.




Dan akhirnya aku dan kamu sekarang menjadi KITA :)