Laman

Kamis, 14 November 2013

Begitu Mudah Kau Tinggalkanku



Begitu mudah kau tinggalkanku
“PUTUS” hahahahaha kata yang paling sakit yang pernah aku dengar dari mulutmu boy!!! Helooo segampang itu ya kau buat keputusan, mana janji manismu boy! Katanya cinta katanya sayang. Ahhh Bohong besar!
Tega ya kamu! Tidak punya hati banget ya! Mana hatimu boy, oh iya lupa hatimu masih nempel sama dia yaaa ? haha iya dia mantan mu, mantanmu yang paling cantik itu. Ya! Ku akui dia lebih cantik dari aku. Tapi seenggaknya hargai perasaankulah. Aku begitu tulus mencintaimu menyayangiku, tapi kamu sia siakan semua itu ? harusnya kamu mikir dong! Mantan mu aja belum tentu tulus menyayangimu. Terus aja kejar dia dan terus aja sakitin orang orang yang menyayangi mu. Gak punya hati banget sih!
Siapa yang ga sakit hati ? Lagi sayang sayangnya, lagi cinta cintanya malah ninggalin begitu saja. Padahal kita belum pernah bertengkar ketika masih pacaran, belum pernah adan konflik tentang hubungan kita. Bahkan sebelum putus pun, kau bahkan pagi-pagi ngucapin selamat pagi bilang sayang inilah itulah lewat pesan singkat. Namun, entah kenapa tidak ada angin tidak ada hujan kau bilang “sayang sebelumnya aku minta maaf mungkin keputusanku terlalu lancang buat aku lontarkan, tapi mungkin ini juga bakalan bisa menjadi yang terbaik buat kamu, kayaknya aku gak bisa jadi yang terbaik buat kamu, karena kamu terlalu baik buat nunggu aku yang belum tentu bisa lebih bahagiain kamu, sekali lagi aku minta maaf ya aku ga bisa lanjutin hubungan ini, aku yakin setelah ini ada orang diluar sana yang lebih baik dan pasti bisa bahagiain kamu. Maaf ”  SAKIT boy!!! Sakit hati banget! Kata siapa aku enggak bahagia, aku begitu bahagia memilikimu, meskipun aku harus nunggu kamu sampai lulus pendidikan aku rela. Salah kamu boy! Salah besar! Begitu sabar aku nunggu kamu, begitu kuat aku harus menahan rindu padamu, tapi ini yang kamu balas, meninggalkanku hanya karena tidak bisa bahagiakan aku. Hahaha Alasan palsu. Aku tahu banget, kamu meninggalkanmu bukan karena alesan itu, tapi demi dia kan ? mantan kekasihmu itu kan ? yang paling kau cintai ? Lantas dulu kenapa ? kenapa kau mudah bilang sayang padaku, dan bodohnya aku begitu gampang terjerat akan cinta palsumu. Cinta itu memang sangat buta, dengan gampangnya aku mencintamu, gampang pula kau meninggalkanku hanya demi seorang wanita lain yang belum tentu juga mencintaimu setulus aku menyayangiku.
Tapi, jika ini memang terbaik, jika memang kita tak berjodoh, ya aku ikhlaskan saja, walaupun dalam hati tidak ikhlas, tapi apa daya. Toh semua sudah terjadi, percuma juga aku pertahankan cintaku untukmu, jika kamu tak pernah bisa mempertahankannya. Bahkan takkan pernah bisa.
Aku terima jika itu keputusanmu, karena aku tak bisa memaksamu untuk mencintaiku, bahkan takkan pernah bisa. Sebelumnya aku begitu terimakasih kau telah mampir dihidupku, diceritaku. Meskipun harus berakhir seperti ini.
Dan sekarang takkan ada lagi yang ku tunggu dan ku rindukan.




Untuk sang captain yang dulu pernah singgah dihatiku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar