Begitu
mudah kau tinggalkanku
“PUTUS” hahahahaha kata
yang paling sakit yang pernah aku dengar dari mulutmu boy!!! Helooo segampang
itu ya kau buat keputusan, mana janji manismu boy! Katanya cinta katanya
sayang. Ahhh Bohong besar!
Tega ya kamu! Tidak
punya hati banget ya! Mana hatimu boy, oh iya lupa hatimu masih nempel sama dia
yaaa ? haha iya dia mantan mu, mantanmu yang paling cantik itu. Ya! Ku akui dia
lebih cantik dari aku. Tapi seenggaknya hargai perasaankulah. Aku begitu tulus
mencintaimu menyayangiku, tapi kamu sia siakan semua itu ? harusnya kamu mikir
dong! Mantan mu aja belum tentu tulus menyayangimu. Terus aja kejar dia dan
terus aja sakitin orang orang yang menyayangi mu. Gak punya hati banget sih!
Siapa yang ga sakit
hati ? Lagi sayang sayangnya, lagi cinta cintanya malah ninggalin begitu saja. Padahal
kita belum pernah bertengkar ketika masih pacaran, belum pernah adan konflik
tentang hubungan kita. Bahkan sebelum putus pun, kau bahkan pagi-pagi ngucapin
selamat pagi bilang sayang inilah itulah lewat pesan singkat. Namun, entah
kenapa tidak ada angin tidak ada hujan kau bilang “sayang sebelumnya aku minta
maaf mungkin keputusanku terlalu lancang buat aku lontarkan, tapi mungkin ini
juga bakalan bisa menjadi yang terbaik buat kamu, kayaknya aku gak bisa jadi
yang terbaik buat kamu, karena kamu terlalu baik buat nunggu aku yang belum
tentu bisa lebih bahagiain kamu, sekali lagi aku minta maaf ya aku ga bisa
lanjutin hubungan ini, aku yakin setelah ini ada orang diluar sana yang lebih
baik dan pasti bisa bahagiain kamu. Maaf ”
SAKIT boy!!! Sakit hati banget! Kata siapa aku enggak bahagia, aku
begitu bahagia memilikimu, meskipun aku harus nunggu kamu sampai lulus
pendidikan aku rela. Salah kamu boy! Salah besar! Begitu sabar aku nunggu kamu,
begitu kuat aku harus menahan rindu padamu, tapi ini yang kamu balas,
meninggalkanku hanya karena tidak bisa bahagiakan aku. Hahaha Alasan palsu. Aku
tahu banget, kamu meninggalkanmu bukan karena alesan itu, tapi demi dia kan ?
mantan kekasihmu itu kan ? yang paling kau cintai ? Lantas dulu kenapa ? kenapa
kau mudah bilang sayang padaku, dan bodohnya aku begitu gampang terjerat akan
cinta palsumu. Cinta itu memang sangat buta, dengan gampangnya aku mencintamu,
gampang pula kau meninggalkanku hanya demi seorang wanita lain yang belum tentu
juga mencintaimu setulus aku menyayangiku.
Tapi, jika ini memang
terbaik, jika memang kita tak berjodoh, ya aku ikhlaskan saja, walaupun dalam
hati tidak ikhlas, tapi apa daya. Toh semua sudah terjadi, percuma juga aku
pertahankan cintaku untukmu, jika kamu tak pernah bisa mempertahankannya. Bahkan
takkan pernah bisa.
Aku terima jika itu
keputusanmu, karena aku tak bisa memaksamu untuk mencintaiku, bahkan takkan
pernah bisa. Sebelumnya aku begitu terimakasih kau telah mampir dihidupku,
diceritaku. Meskipun harus berakhir seperti ini.
Dan sekarang takkan ada
lagi yang ku tunggu dan ku rindukan.
Untuk sang captain yang
dulu pernah singgah dihatiku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar