“Aku sayang kamu” itu yang selalu kau katakan padaku namun
hanya sebatas kata sayang tak pernah lebih. Katamu aku kamu akan menjadi kita,
tapi mana ? Harus sabar ya kang ?
Entahlah, kita sama-sama tahu dengan perasaan masing- masing. Kita saling sayang, kita saling cinta, kita saling suka, tapi tak mau kita perjuangkan untuk saling memiliki.
Masih ingat, ketika kita berbicara serius tentang hubungan kita yang tak pasti. Kau bilang kau tak bisa memilikiku untuk sekarang, kau bilang kau takut aku hanya sebagai pelampiasan. Tapi kenapa, kenapa kau melakukan ini padaku? Kenapa kau harus bilang sayang jika tak ingin kau perjuangkan.
Jujur saja aku sakit disaat kamu berkata seperti itu, aku tak tau apakah aku harus terus berharap akan cintamu dan menunggu sabar sampai kita bisa saling memiliki atau aku harus pergi dari kehidupanmu dan menyerah begitu saja.
Aku wanita aku hanya bisa menunggu, aku tak bisa mengungkapkan, aku tak bisa memaksamu untuk memilikimu seutuhnya.
Akhirnya, ku coba tuk sedikit jauh darimu, sehari dua hari aku mulai beda, sikapku mulai dingin terhadapmu. Namun, sebenarnya aku tak tega melakukan ini padamu. Tapi apa daya, aku hanya ingin mencari kepastian tentang hubungan ini. Aku tak mau orang- orang bilang kita ada hubungan special ya sebut saja pacaran, padahal itu salah aku dan kamu tetap beranggapan teman tak lebih, meski perasaan aku ke kamu itu melebihi batas kewajaran yaaaa, aku mencintaimu dengan tulus. Namun aku tak bisa ungkapkan ini padamu, karena aku wanita.
Begitu sakit aku menjauhimu. Jujur saja aku galau karenamu, karena ketidakpastianmu akan hubungan ini. Bahkan sampai berpikir “ngapain berharap yang tak pasti”. Tak lama kau pun akhirnya peka terhadap apa yang ku lakukan padamu. Kamu pun akhirnya menemuiku dan berkata kamu ingin berbicara serius tentang hubungan ini.
Tapi aku ragu, aku takut menemuimu. Pikiranku menjadi kacau tentang mu. Aku takut kau akan memberikan harapan kosong terhadapku, itu alasan kenapa aku menjauhimu.
Namun, pikirku salah. Kau datang dan menjelaskan semuanya. Kau bilang kau ingin memilikiku sepenuhnya, kau sudah tak ragu akan perasaanmu padaku. Dan entahlah, aku pun tak bisa berbuat apa apa, hatiku terlalu bahagia mendengar apa yang kau ungkapkan padaku.
Dan akhirnya aku dan kamu sekarang menjadi KITA :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar