Laman

Kamis, 28 November 2013

Akhir- akhir ini Kau Berubah



Akhir- akhir ini Kau Berubah

Kulihat status twittermu, kamu seperti galau sedih apalah. Aku tak tahu kenapa kamu seperti itu, aku mencoba bertanya kau malah tak mau menjawab. Padahal hubungan kita selama ini baik- baik aja. Tak ada konflik atau pun masalah, bahkan aku pun perasaan tidak membuatmu kesal. Memang sekarang aku sedang sakit, dan akhir-akhir ini pun kita tak punya waktu untuk berdua. Aku terlalu sibuk mengurus diri sendiri. Tapi mengapa kau akhir- akhir ini berubah sayang ? apa karena aku kurang perhatian sama kamu ? karena ku sakit kau berubah ? atau mungkin kamu sedang memiliki masalah pribadi ? ayo sayang cerita, jangan membuatku bingung dan diam tak bisa berbuat apa- apa untukmu, aku ingin membantumu, aku takut kamu kenapa- kenapa, jangan anggap karena aku sakit kamu malah diam tanpa mau bicara kegalauanmu akhir- akhir ini.
Cuek ? ya sekarang kamu jadi agak cuek. Terkadang jika bertemu pun kita jadi jarang berbicara, kalo bicara pun seadanya saja. Bahkan di pesan singkat kamu jadi cuek. Kenapa sayang ? aku khawatir kamu kenapa- kenapa. Kenapa kau tak mau cerita, aku kekasihmu, aku layak membantumu sayang.
Terkadang jika aku bicara kamu tak merespon. Dulu kau tak seperti ini, kamu selalu ceria didepanku di depan teman- teman. Tapi sekarang kau menjadi banyak murung, banyak melamun. Aku khawatir. Aku ingin membantumu, bahkan aku ingin memelukmu disaat kamu terjatuh, aku ingin merasakan apa yang kamu rasakan sekarang, meskipun sakit. Karena aku terlanjur sayang sama kamu. Aku tak mau kehilangan kamu.
Okelah, jika mungkin sekarang kamu boleh cuekin aku, tapi kamu tak boleh cuekin cinta kamu untukku. Mungkin sekarang kamu butuh waktu untuk menenangkan diri dulu, aku mengerti. Namun, jika kamu butuh bantuan, tengoklah aku sayang, disini aku akan selalu ada dan berusaha untuk membantumu sebisaku. Karena ku sayang kamu.

Kamis, 14 November 2013

Begitu Mudah Kau Tinggalkanku



Begitu mudah kau tinggalkanku
“PUTUS” hahahahaha kata yang paling sakit yang pernah aku dengar dari mulutmu boy!!! Helooo segampang itu ya kau buat keputusan, mana janji manismu boy! Katanya cinta katanya sayang. Ahhh Bohong besar!
Tega ya kamu! Tidak punya hati banget ya! Mana hatimu boy, oh iya lupa hatimu masih nempel sama dia yaaa ? haha iya dia mantan mu, mantanmu yang paling cantik itu. Ya! Ku akui dia lebih cantik dari aku. Tapi seenggaknya hargai perasaankulah. Aku begitu tulus mencintaimu menyayangiku, tapi kamu sia siakan semua itu ? harusnya kamu mikir dong! Mantan mu aja belum tentu tulus menyayangimu. Terus aja kejar dia dan terus aja sakitin orang orang yang menyayangi mu. Gak punya hati banget sih!
Siapa yang ga sakit hati ? Lagi sayang sayangnya, lagi cinta cintanya malah ninggalin begitu saja. Padahal kita belum pernah bertengkar ketika masih pacaran, belum pernah adan konflik tentang hubungan kita. Bahkan sebelum putus pun, kau bahkan pagi-pagi ngucapin selamat pagi bilang sayang inilah itulah lewat pesan singkat. Namun, entah kenapa tidak ada angin tidak ada hujan kau bilang “sayang sebelumnya aku minta maaf mungkin keputusanku terlalu lancang buat aku lontarkan, tapi mungkin ini juga bakalan bisa menjadi yang terbaik buat kamu, kayaknya aku gak bisa jadi yang terbaik buat kamu, karena kamu terlalu baik buat nunggu aku yang belum tentu bisa lebih bahagiain kamu, sekali lagi aku minta maaf ya aku ga bisa lanjutin hubungan ini, aku yakin setelah ini ada orang diluar sana yang lebih baik dan pasti bisa bahagiain kamu. Maaf ”  SAKIT boy!!! Sakit hati banget! Kata siapa aku enggak bahagia, aku begitu bahagia memilikimu, meskipun aku harus nunggu kamu sampai lulus pendidikan aku rela. Salah kamu boy! Salah besar! Begitu sabar aku nunggu kamu, begitu kuat aku harus menahan rindu padamu, tapi ini yang kamu balas, meninggalkanku hanya karena tidak bisa bahagiakan aku. Hahaha Alasan palsu. Aku tahu banget, kamu meninggalkanmu bukan karena alesan itu, tapi demi dia kan ? mantan kekasihmu itu kan ? yang paling kau cintai ? Lantas dulu kenapa ? kenapa kau mudah bilang sayang padaku, dan bodohnya aku begitu gampang terjerat akan cinta palsumu. Cinta itu memang sangat buta, dengan gampangnya aku mencintamu, gampang pula kau meninggalkanku hanya demi seorang wanita lain yang belum tentu juga mencintaimu setulus aku menyayangiku.
Tapi, jika ini memang terbaik, jika memang kita tak berjodoh, ya aku ikhlaskan saja, walaupun dalam hati tidak ikhlas, tapi apa daya. Toh semua sudah terjadi, percuma juga aku pertahankan cintaku untukmu, jika kamu tak pernah bisa mempertahankannya. Bahkan takkan pernah bisa.
Aku terima jika itu keputusanmu, karena aku tak bisa memaksamu untuk mencintaiku, bahkan takkan pernah bisa. Sebelumnya aku begitu terimakasih kau telah mampir dihidupku, diceritaku. Meskipun harus berakhir seperti ini.
Dan sekarang takkan ada lagi yang ku tunggu dan ku rindukan.




Untuk sang captain yang dulu pernah singgah dihatiku

Sabtu, 09 November 2013

Menunggumu atau Menyerah saja



“Aku sayang kamu” itu yang selalu kau katakan padaku namun hanya sebatas kata sayang tak pernah lebih. Katamu aku kamu akan menjadi kita, tapi mana ? Harus sabar ya kang ?



Entahlah, kita sama-sama tahu dengan perasaan masing- masing. Kita saling sayang, kita saling cinta, kita saling suka, tapi tak mau kita perjuangkan untuk saling memiliki.




Masih ingat, ketika kita berbicara serius tentang hubungan kita yang tak pasti. Kau bilang kau tak bisa memilikiku untuk sekarang, kau bilang kau takut aku hanya sebagai pelampiasan. Tapi kenapa, kenapa kau melakukan ini padaku? Kenapa kau harus bilang sayang jika tak ingin kau perjuangkan.




Jujur saja aku sakit disaat kamu berkata seperti itu, aku tak tau apakah aku harus terus berharap akan cintamu dan menunggu sabar sampai kita bisa saling memiliki atau aku harus pergi dari kehidupanmu dan menyerah begitu saja.




Aku wanita aku hanya bisa menunggu, aku tak bisa mengungkapkan, aku tak bisa memaksamu untuk memilikimu seutuhnya.




Akhirnya, ku coba tuk sedikit jauh darimu, sehari dua hari aku mulai beda, sikapku mulai dingin terhadapmu. Namun, sebenarnya aku tak tega melakukan ini padamu. Tapi apa daya, aku hanya ingin mencari kepastian tentang hubungan ini. Aku tak mau orang- orang bilang kita ada hubungan special ya sebut saja pacaran, padahal itu salah aku dan kamu tetap beranggapan teman tak lebih, meski perasaan aku ke kamu itu melebihi batas kewajaran yaaaa, aku mencintaimu dengan tulus. Namun aku tak bisa ungkapkan ini padamu, karena aku wanita.




Begitu sakit aku menjauhimu. Jujur saja aku galau karenamu, karena ketidakpastianmu akan hubungan ini. Bahkan sampai berpikir “ngapain berharap yang tak pasti”. Tak lama kau pun akhirnya peka terhadap apa yang ku lakukan padamu. Kamu pun akhirnya menemuiku dan berkata kamu ingin berbicara serius tentang hubungan ini.




Tapi aku ragu, aku takut menemuimu. Pikiranku menjadi kacau tentang mu. Aku takut kau akan memberikan harapan kosong terhadapku, itu alasan kenapa aku menjauhimu.




Namun, pikirku salah. Kau datang dan menjelaskan semuanya. Kau bilang kau ingin memilikiku sepenuhnya, kau sudah tak ragu akan perasaanmu padaku. Dan entahlah, aku pun tak bisa berbuat apa apa, hatiku terlalu bahagia mendengar apa yang kau ungkapkan padaku.




Dan akhirnya aku dan kamu sekarang menjadi KITA :)