Ruang angin semilir menusuk epidermis kulit
Pun bulu-bulu kulit berdiri menahan dingin
Pori-pori kasar tubuh langsung ku selimuti
Tapi hati, berkata lain
Kobaran api menusuk hati
Menjalar jantung yang tak berujung
Menuju otak yang kian tumpul
Hingga ulu hati pun kian memburu
Akibat terbakar cemburu
Salahku yang bukan siapamu
Tapi ku mencintaimu
Sakit hatiku pun tak tau
Hanya kamu yang mampu mengobat lukaku
Meski kaulah sebab hatiku terbakar
Panas seperti dilempar batu arang
Namun otakku mencoba menetralkan
Karena itu aku tetap sayang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar