Laman

Sabtu, 19 Juli 2014

Coklat Rahasia (Manisnya Cinta hanya Kau dan Aku Rasakan)


Chapter 2

Kesunyian dihati dapat terobati dengan adanya sosok seperti kalian 

Tibalah kita di Komplek Perumahan Mawar Regency. Kami memasuki rumah bercat abu dengan desain rumah yang minimalis, terlihat simple tapi memiliki kesan yang nampak lebih modern dan elegan. Rumah megah bertingkat ini memiliki nomor 25A. Sang pemilik rumah ini adalah keluarga bapak Aryon. Kami pun bergegas masuk. Ketika pintu dibukakan. Rumah tersebut langsung di sambut hangat dengan desain interior ruang tamu yang megah, bersofa lembut nan mewah. Tapi kami tidak langsung duduk disana. Kami langsung menuju ruangan belakang. Dalam ruangan saja sudah terlihat bahwa dibelakang rumah terdapat kolam ikan dan taman kecil yang indah. Terlihat di jendela kaca kebesaran yang menghubungkan ruangan dalam dan ruangan belakang rumah. Terdapat pula saung pinggir kolam ikan dengan gaya khas sunda tempat dimana kita selalu belajar disana. Rumah keluarga Aryon ini cukup terbilang unik juga hehe dari depan nampak desain eksterior yang memiliki desain gaya khas eropa tapi halaman belakang rumah nampak gaya eksterior dengan desain pedesaan gaya khas Sunda. Tapi itu yang membedakan rumah keluarga Aryon tampak menarik dan dibikin betah penghuninya. Meskipun setiap kita mengunjungi rumahnya, jarang terlihat sosok Ayah ataupun Ibu Aldo. Mungkin mereka sibuk dengan pekerjaannya.

Kita duduk lesehan di saung. Aldo memanggil Bi Sumi untuk membawakan minuman dan makanan untuk teman-temannya. Tak lama minuman juice orange langganan kami dan cemilan keripik balado kesukaan kami sudah datang.

"Bi Sumi, bikin gorengan khas bibi dong. Apasih namanya yang suka bibi sebut? Duuh lupa" kataku sambil menggarukan kepalanya berusaha mengingat-ngingat.

"Bala-bala neng" ceplos Bi Sumi.

"Nah itu bi. Sumpah bala-bala bi Sumi enak bangeet. Ya bi bikin yaaa" rayuku

"Gak apa-apa kan Al?" Tanyaku pada Aldo

"Iyee gak apa-apa. Woles buu hahaa. Bikinin yaa bi, yang banyaaak bangeet bi. Kasian anak-anak pada kelaperan haha. Apalagi si Bella biar badan langsing tapi makan paling doyan haha"

Sontak semua teman-teman tertawa. Ejekan Aldo membuat bibirku cemberut. Tega-teganya dia melakukan hal itu depan anak-anak lain.

"Gak apa-apa yaa Bella, gue mah tetep nerima loe apa adanya ko" duh gombalan melesat lagi dari otak si Ogi.

Semuanya makin tertawa puas. Si Ogi ngapain harus ngegombal lagi saat situasi kaya gini.

"Ya sudah. Sudahlaah. Emang aku doyan makan. Puas kalian. Wleee" ucapku sambil menjulurkan lidahku tanda tak terima

"Duh, ngambek nih ngambek. Maaf yaa Bell. Masih tetep ingin ngajarin kita-kita kan Bell ?" Ujar Aldo

"Iya Al. Pastilah selagi ada makanan" hahaa semua tertawa lagi semakin terbahak-bahak. Kesunyian rumah Aldo sudah terobati dengan adanya kami disini. Canda tawa kami melesat di halaman belakang rumah Aldo.
Bibi Sumi sudah melaksanakan tugasnya untuk membuatkan bala-bala buat kami.

Dan kami mulailah belajar Matematika. Ku buka tasku lagi. Dan teringat didalamnya masih ada batang coklat yang tadi aku temukan didalam tas. Batang coklat dari Mr.Coklat yang masih misterius. Akupun mengeluarkan coklatnya.

"Guys, ini coklat ada yang mau ga ?"

"Duh makan aja Bell buat loe. Kan loe yang kelaperan" ucap Aldo sekenanya. "Lagian bukannya loe tuh cintaa banget sama yang namanya coklat" lanjut Aldo lagi.

"Iya emang suka banget sih, tapi gak enak juga masa dimakan sendirian" tungkasku

"Sudahlah Bell, kan itu coklat dikhususin buat loe dari Mr. Coklat. Udah makan aja" Faye berkoar haha

"Gak enaklah Fay"

"Ya udah taroh lagi, dan makan di rumah aja. Ribet amat sih nih cewe satu" sewot Aldo

"Loe dari tadi sewot mulu sih. Ntar gak jadi di ajarin sama gue hayo"

"Iya deh iya maaf. Yuk ah lanjut kita belajar matematika" ajak Aldo.
Dan teman-teman lainnya pun segera mengeluarkan buku-buku dan catatan yang dulu mereka tulis.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar