Laman

Selasa, 26 Agustus 2014

Sebuket bunga mawar kau persambahkan

Awal aku melihatmu lagi
Sekian lamanya kita tak bertemu haus menahan rindu
Canggung ragu pun terus mengusikku
Saat kau menemuiku
Merah wajahku bercampur malu seperti bunga mawar yang kau bawakan malam itu
Sontak hatiku saat kau tiba-tiba memberikan sebuket bunga mawar merah itu
Bahagia nan terharu, katamu itu pertanda maafmu
Setelah dulu kau bilang kau menyesal kau akan meninggalkanku

Namun, 

Cinta kita begitu kuat
Cinta kita bak batu karang yang tak mampu rapuh pun runtuh menahan gemuruh deburan ombak
Inipun salahku atas kejenuhanku yang tak tau datang dari mana itu
Harusnya pun aku minta maaf padamu
Karena aku salah mendatangkan kejenuhan diantara kita
Tapi semua sudah berubah
Setelah tau bahwa kau dan aku saling mencintai
Dan tak mau adanya rasa kehilangan
Dan aku bodoh jika aku pun harus meninggalkanmu
Malam itu menjadi saksi
Cintaku kembali
Kau menemuiku memberikan bunga itu
Begitu indah
Bahagianya aku, tak lepas menahan senyum
Aku merasa perempuan beruntung
Entah apa balasku
Asal kau tahu
Aku semakin mencintaimu
Aku semakin takut kehilanganmu
Dan terimakasih untukmu
Yang selalu menjadikanmu
aku wanita special di matamu dan hatimu

Sabtu, 23 Agustus 2014

Kekuatan Cinta untuk Bertahan

Malam itu ialah malam paling menyakitkan

Saat kau menyerah memperjuangkanku

Karena keegoisanku

Karena kejenuhanku

Butiran air mata tak lagi ku bendung

Bibirku kelu tak dapat berkata 

Hatiku sakit tergores luka

Tahu ini salahku

Tapi aku tak siap tuk kehilanganmu

Semata-mata kehidupan bumi tanpa air

Yaa... Aku tanpamu tak tahu aku 


Awalpun aku menyerah begitu saja

Tak bisa aku harus berjuang sendirian 

Memperjuangkan cinta kita 

Membuat suasana berbeda seperti dulu kita

Tapi percuma, jika aku saja yang berjuang sendirian 

Aku menangis 

Aku menyesal

Aku tak mau kehilanganmu 


Tapi, mungkin Tuhan berkehendak 

Ternyata cinta punya kekuatan untuk bertahan

Meski awal kita tak dapat saling memperjuangkan 

Tapi cinta kita seakan kuat untuk tetap mempertahankan kita

Aku tak menyangka 

Ternyata kau memiliki sakit yang sama 

Kau pun tak mau kehilanganku 

Kau pun menyesal sudah menyerah begitu saja

Bukankah perasaan tak bisa berbohong ? 

Aku tak bisa berpura-pura kuat 

Saat aku hampir kehilanganmu 

Aku jelas sayang kamu

Begitupun kamu tak mau melepaskanku begitu saja


Terimakasih kau telah berikan aku kesempatan 

Untuk bertahan denganku 

Aku yang terlalu bodoh jika aku menyianyiakan sosokmu 

Aku pikir takkan seperti ini jadinya

Ternyata benar cinta memang punya kekuatan untuk bertahan 

Karena aku yakin 

Kelak kau kembali


Jumat, 22 Agustus 2014

Memperjuangkanmu sekali lagi

Kejenuhan datang dengan sendirinya

Seperti air dalam api

Cintaku kian tak pasti

Entah apa yang aku rasa

Yang jelas, aku masih mencintaimu 

Tapi apa, aku bukan siapamu

Ingin ku perjuangkan lagi cintaku 

, cinta kita seperti dulu

Namun tak bisa hanya dengan kau tak 

bisa lebih fokus lagi denganku

Biarkan semua mengalir begitu saja (katamu) 

Jelas aku tanpa perjuanganmu itu tak bisa 

Apakah aku harus rela mengorbankan perasaanku begitu saja ? 

Aku tahu ini salahku

Semua berubah sejak kejenuhan itu datang begitu saja

Aku tak tahu alasan kenapa aku bisa sejenuh ini 

Asal kau tahu, yang aku inginkan hanyalah suasana baru darimu

Namun sepertinya percuma

Kau seperti enggan bahkan kau kira hubungan kita tak bisa kembali kesedia kala

Kau salah, 

Bahkan akhir-akhir ini pun kejenuhan aku sudah berkurang 

Sejak aku berusaha untuk menetralkan hatiku sekarang 

Tapi, jika kau ingin ambil keputusan terbaik

Aku terima semua keputusan darimu 

Yang jelas,  aku masih mencintaimu

Masih ingin seperti dulu 

Menikmati cinta tulusmu

Rabu, 20 Agustus 2014

Mengagumimu Dari Jauh

Hadirmu ialah alasanku untuk tetap bertahan
Senyumu ialah obat penyemangatku
Tingkah lucumu ialah kebahagiaanku

Pertama kali ku melihatmu
Aku sudah tertarik padamu
Ya.. Meskipun kau tak menyadarinya pun hingga sekarang
Aku hanyalah wanita yang tak berani mengatakan
Jika aku menyukaimu

Masih ingatkah dulu
Saat aku duduk sendirian
Kau datang menghampiriku dan menemaniku
Cerita demi cerita kita lontarkan
Canda tawa kita berbagi bersama
Disana bahagia tertuju padaku
Aku ingin berlama-lama duduk disampingmu
Tak apa meski hanya melihatmu

Aku mulai mencoba mencari tentangmu
Aku ingin lebih tahu bagaimana dirimu yang sebenarnya
Namun, setelah aku tahu
Ternyata kau milik orang lain
Ya... Kau memiliki kekasih
Sakit hatiku,
Rasanya memperjuangkanmu ialah percuma
Disana aku mundur dan aku sadar
Aku hanyalah wanita yang sangat sederhana
Aku tak sempurna

Salahkah jika aku mengangumimu ?
Jelas tentu tidak
Bukankah perasaan tak bisa dipaksakan ?

Sudahlah... aku terima semuanya
Meskipun aku tak bisa memilikimu
Rasanya mengagumimu dari jauh itu cukup bagiku

Namun, kini kata pisah
Memisahkan aku dan kamu
Kini kita tak akan sering bertemu melihat wajah polosmu
Berat hatiku tak mampu
Aku tak bisa melihatmu sedekat dulu...

Ku harap kau tak berubah padaku
Ku harap suara lembutmu untukku masih bisa ku dengarkan
Ku harap kita dapat bertemu dilain waktu berikutnya
Agar aku bisa melihat wajah polosmu...
Terimakasih, karenamu aku dapat mengagumimu
Walau hanya dari jauh......................

Selasa, 05 Agustus 2014

Mengobat Kerinduan

Teringat sekali malam itu, saat kau datang menemuiku sekedar menemaniku
Kau datang menghampiriku dengan senyum yang sama
Namun wajahmu nampak berbeda lebih dari biasanya
Kau terlihat semakin mempesona,
Dan entah kenapa degupan jantung ini semakin kencang saat kau tersenyum padaku
Mungkin ini efek kerinduan
Sudah lama kita tak jumpa
Rasanya pertemuan malam itu adalah obat rasa rindu yang selalu menjalar di otakku.
 
Malam itu,
Saatku berada disampimu kucium bau tubuhmu
Wangi tubuhmu masih tetap seperti dulu
Seakan aku terhipnotis ingin terus didekatmu menikmati baumu
Kau tahu, wangi tubuhmu sampai saat pulang pun masih melekat di hidungku
Seakan tak mau lepas untuk selalu mencium aroma tubuhmu sayang.
Masih ingatkah saat kau menggenggam jemariku
Sekilas tapi seakan pertanda bahwa kau akan selalu melidungiku dan menjagaku
Genggaman tanganmu saat itu jujur tak ingin ku lepaskan
Seandainya ku berharap
Aku ingin hentikan waktu saat itu juga
Saat kamu menjagaku lewat genggaman tanganmu
Aku ingin menikmati tangan hangatmu sayang
Rasanya aku tak mau melepaskan begitu saja
Begitu nyaman ku didekapmu sayang
Ku harap kejadian malam itu tak hanya saat itu
Tapi terus terjadi sampai kapanpun itu.
Terimakasih untuk malam yang indah itu
Malam itu kau buatku terus menyunggingkan senyum diwajahku
Seakan malam itu aku tak bisa menghentikan senyuman di bibirku
Saking bahagianya aku bertemu denganmu mengobat rindu
Sayang ku harap kita akan menemukan malam lain seperti malam kemarin.
Sayang, aku selalu merindukanmu

Senin, 04 Agustus 2014

Terbakar Cemburu

Ruang angin semilir menusuk epidermis kulit
Pun bulu-bulu kulit berdiri menahan dingin
Pori-pori kasar tubuh langsung ku selimuti
Tapi hati, berkata lain
Kobaran api menusuk hati
Menjalar jantung yang tak berujung
Menuju otak yang kian tumpul
Hingga ulu hati pun kian memburu
Akibat terbakar cemburu
Salahku yang bukan siapamu
Tapi ku mencintaimu
Sakit hatiku pun tak tau
Hanya kamu yang mampu mengobat lukaku
Meski kaulah sebab hatiku terbakar
Panas seperti dilempar batu arang
Namun otakku mencoba menetralkan
Karena itu aku tetap sayang

Sabtu, 26 Juli 2014

Mengais Kerinduan

Bayang wajahmu terlalu lekat diotakku
Wangi tubuhmu saat itu masih tercium dihidungku
Meski tanah yang kita pijak sekarang berbeda
Langit kita sudah tak lagi sama
Kau ditempatmu, aku ditempatku

Kiloan meter jarak memisahkan kita
Bukan penghalang aku tetap mencintaimu
Tapi rindu ini kerap kali menggerogoti pikiranku

Terakhir kali kau menemuiku
Sebuah batang coklat manis yg kau berikan
Dan kertas kenangan berisikan pertanda jika kita akan berpisah sementara waktu
Bagiku, ini berat
Aku harus menahan rindu sementara waktu itu

Sebelum kau pergi
Kau lantunkan sebuah lagu untukku
Lagu ciptaanmu yang membuatku terharu biru
Tiap nada yang kau lantunkan tiap itu aku meneteskan air mata
Inikah caramu agar aku tetap selalu merindukanmu
Mengingatmu suaramu

Ku tahan rindu ini
Tapi hati tetap yakin bahwa aku dan kamu tetap bersama
Meski dalam jarak

Sabtu, 19 Juli 2014

Coklat Rahasia (Manisnya Cinta hanya Kau dan Aku Rasakan)


Chapter 3

Terpesona ku pada pandangan pertama

Tibalah makanan yang dipesanku, bi Sumi memang pengertian dan mengerti keinginan kita.
Bayu langsung melahap bala-bala yang di suguhkan oleh bi Sumi.

"Buseet dah, lu ternyata rakus amat yu"ucap Ogi sekenanya.

"Biarin, gue laper gi. Laper gue ga bisa ditahan" bales Bayu pada Ogi.

Bayu adalah cowok pintar yang sama sepertiku, ya jago menghitung. Bayu merupakan orang yang disukai Faye sejak kita sekelas. Entah mungkin karena mereka sama-sama penyuka novel. Dan terlihat Bayu memang tidak sepertiku yang anti baca novel. Justru dia pun sama mempunyai banyak koleksi novel katanya, tapi tak sebanyak novel Faye.

Aku pun sama, langsung melahap suguhan yang disediakan bi Sumi. Makanan khas entah khas dari mana, yang bernama bala-bala ini. Adalah makanan favoriteku dirumah Aldo.

"Enak banget bala-bala nya, makasih yaa bi Sumi. Uuuhh lezaaat" ucapku sambil memakan bala-balanya.

"Sama-sama neng" kata bi Sumi, dan langsung pergi lagi membawa nampan ke dapur.

"Duh kalian, sama-sama rakus. Gue juga gak mau kalah keles" langsung Faye ngambil bala-balanya.

"Gue juga mau" Aldo pun menyusulnya.

Kami semua makan bala-bala dengan lahapnya. Dan lupa kalo kami lagi belajar Matematika.
Akhirnya bala-bala itu ludes tanpa sisa. Kita melanjutkan belajarnya. Tapi di pertengahan pembelajaran kita. Tiba-tiba Bayu minta pamit duluan.

"Guys, gue cabut duluan ya. Gue harus ngeles dulu murid SD gue, lagian udah jam 3 nih. Waktunya gue ngajar murid-murid gue" Kata Bayu.

Bayu memang sering mengajar anak-anak SD yang kurang mampu. Dia mempunyai pondok khusus buat belajar anak-anak yang kurang biaya untuk sekolah. Pondok itu dibangun ayah Bayu. Dan Bayu yang menjalankannya.

"Duh, bapak satu ini sibuk bener" ucapku
Bayu pun segera membereskan buku-buku bekas belajar tadi. Dan dimasukkanya ke tas. Lalu dia beranjak dari saung itu.

"Ya udah gue cabut yaa" Bayupun pergi keluar lewat pintu depan.
Sebelum itu, Faye memanggil bayu

"Eh Bay, hati-hatu yaaaa" kata Faye dengan malu-malu

"Iya Fay" dengan senyuman manis khas Bayu dengan memperlihatkan lesung pipi yang terlihat semakin manis. Pantas jika Faye menyukainya.

"Cieee, lu suka sama Bayu ya" bisikku pada Faye

"Apaan sih lu" ucap Faye sambil menimpuk buku yang lumayan tebal ke kepalaku, dengan wajah yang semu merah terlihat jelas di wajah Faye

"Aww sakit Fay" aku pun langsung menggaruk-garuk kepalaku yang lumayan pening ditimpuk buku setebal itu.

"Huusssh ah kalian jangan berantem, ayo kita lanjutkan belajar" Aldo pun langsung menengahkan posisinya biar kita ga berkelanjutan berantem terus.

Tapi tiba-tiba. Di ujung sana dekat pintu masuk ruangan ada sosok jangkung yang wajahnya mirip Aldo tapi dia lebih tampan dan dewasa, juga memiliki rambut dan pakaian yang rapih. Terlihat lebih kasual dan gagah dengan dada yang bidang terlihat dengan pakaian dia yang menggunakan kemeja garis-garis, dan menenteng tas hitam, juga jas putih dilengannya. Hanya membedakan dia berkaca mata. Sosok itu menghampiri saung yang kini kita tempati.

"Aldo, kunci mobil dimana ?" Ucap dia terhadap Aldo. 

Duh suaranya sangat berwibawa. Padahal hanya sekedar menanyakan hal itu. Tapi suaranya berbeda jauh sama Aldo yang terkadang nyebelin dan ceplas-ceplos.

"Ada di rak dekat dapur" kata Aldo

"Ya sudah, makasih" langsung dia meleos kedalam rumah. Tapi dia meninggalkan wangi parfume ditubuhnya. Meskipun kejauhan tapi wangi parfume yang digunakan itu begitu melekat di hidungku.

"Siapa Al ?" Tanya Ogi

"Abang gue" balasnya

"Cakep yah, jauh banget sama lo, iya gak Bell" sambung Faye 
"Eh bell, bell, bell hello" Faye menggoyangkan tubuhku. 

Baru sadar kalo aku dari tadi memperhatikan sosok jangkung itu
"Eh aaa…..da apa" gugupku dengan tersipu malu

"Napa sih lu, di panggil-panggil dari tadi ga nyawut-nyawut. Lu naksir kakaknya Aldo yaaa, hayoo ngaku aja deh, ngeliatin aja sampai segitunya" goda Faye

"Ahh enggak biasa aja" berusaha untuk so cool, sambil pura-pura membuka-buka buku menutupi rasa gugupku
Dan memang yang diucapkan Faye benar, aku menyukainya. Mungkin jika disamakan di film drama Indonesia jika ku sekarang lagi jatuh cinta pada pandangan pertama. 

"Yaaah, Bella naksir kakak Aldo yaa. Lah aku dikemanain Bell" tanya Aldo dengan wajah yang sangat cemberut.

"Kelaut ajah lu" semprot Faye sekenanya

"Ah lu tega bener sih Fay"

"Udah deh, berantem mulu dari tadi. Gimana mau konsen buat belajar nih ? Besok ulangannya cuys. Gue pengen bisa. Dan lagian dia cuma abang gue. Ngapain sih diperebutin. Lagian cakepan gue. Iyakan bell ?" Ucap Aldo sekenanya

"Yah lu Pede banget sih. Udah jelas keliatan banget. Cakepan kakak lu lah" ucap Faye lagi sekenannya.

Benar Fay. Benar banget apa yang diucapin lo. Dia ganteeeeeng banget. Ucapku dalam hati. Karena emang aku selalu gengsi dalam hal mengungkapkan seperti ini.

"Eh ngomong-ngomong kakak lu kuliah apa kerja ? Terus gayanya kok kaya dokter gtu" tanya Faye penasaran Dan itu merupakan pertanyaan yg sejak tadi aku ingin pertanyakan pada Aldo, tapi untungnya Faye mewakilinya.

"Lu bener, kuliah jurusan dokter. Ya udah sih nanya abang gue mulu. Kapan nih belajar laginya?" Aldo mulai kesal. Karena dari tadi belajarnya ga bener-bener.

"Ya udah, ayo kita lanjutkan lagi" tungkasku
Kita pun melanjutkan lagi belajarnya. Ya meskipun diotakku sekarang. Aku masih memikirkan sosok pria tampan itu.

Coklat Rahasia (Manisnya Cinta hanya Kau dan Aku Rasakan)


Chapter 2

Kesunyian dihati dapat terobati dengan adanya sosok seperti kalian 

Tibalah kita di Komplek Perumahan Mawar Regency. Kami memasuki rumah bercat abu dengan desain rumah yang minimalis, terlihat simple tapi memiliki kesan yang nampak lebih modern dan elegan. Rumah megah bertingkat ini memiliki nomor 25A. Sang pemilik rumah ini adalah keluarga bapak Aryon. Kami pun bergegas masuk. Ketika pintu dibukakan. Rumah tersebut langsung di sambut hangat dengan desain interior ruang tamu yang megah, bersofa lembut nan mewah. Tapi kami tidak langsung duduk disana. Kami langsung menuju ruangan belakang. Dalam ruangan saja sudah terlihat bahwa dibelakang rumah terdapat kolam ikan dan taman kecil yang indah. Terlihat di jendela kaca kebesaran yang menghubungkan ruangan dalam dan ruangan belakang rumah. Terdapat pula saung pinggir kolam ikan dengan gaya khas sunda tempat dimana kita selalu belajar disana. Rumah keluarga Aryon ini cukup terbilang unik juga hehe dari depan nampak desain eksterior yang memiliki desain gaya khas eropa tapi halaman belakang rumah nampak gaya eksterior dengan desain pedesaan gaya khas Sunda. Tapi itu yang membedakan rumah keluarga Aryon tampak menarik dan dibikin betah penghuninya. Meskipun setiap kita mengunjungi rumahnya, jarang terlihat sosok Ayah ataupun Ibu Aldo. Mungkin mereka sibuk dengan pekerjaannya.

Kita duduk lesehan di saung. Aldo memanggil Bi Sumi untuk membawakan minuman dan makanan untuk teman-temannya. Tak lama minuman juice orange langganan kami dan cemilan keripik balado kesukaan kami sudah datang.

"Bi Sumi, bikin gorengan khas bibi dong. Apasih namanya yang suka bibi sebut? Duuh lupa" kataku sambil menggarukan kepalanya berusaha mengingat-ngingat.

"Bala-bala neng" ceplos Bi Sumi.

"Nah itu bi. Sumpah bala-bala bi Sumi enak bangeet. Ya bi bikin yaaa" rayuku

"Gak apa-apa kan Al?" Tanyaku pada Aldo

"Iyee gak apa-apa. Woles buu hahaa. Bikinin yaa bi, yang banyaaak bangeet bi. Kasian anak-anak pada kelaperan haha. Apalagi si Bella biar badan langsing tapi makan paling doyan haha"

Sontak semua teman-teman tertawa. Ejekan Aldo membuat bibirku cemberut. Tega-teganya dia melakukan hal itu depan anak-anak lain.

"Gak apa-apa yaa Bella, gue mah tetep nerima loe apa adanya ko" duh gombalan melesat lagi dari otak si Ogi.

Semuanya makin tertawa puas. Si Ogi ngapain harus ngegombal lagi saat situasi kaya gini.

"Ya sudah. Sudahlaah. Emang aku doyan makan. Puas kalian. Wleee" ucapku sambil menjulurkan lidahku tanda tak terima

"Duh, ngambek nih ngambek. Maaf yaa Bell. Masih tetep ingin ngajarin kita-kita kan Bell ?" Ujar Aldo

"Iya Al. Pastilah selagi ada makanan" hahaa semua tertawa lagi semakin terbahak-bahak. Kesunyian rumah Aldo sudah terobati dengan adanya kami disini. Canda tawa kami melesat di halaman belakang rumah Aldo.
Bibi Sumi sudah melaksanakan tugasnya untuk membuatkan bala-bala buat kami.

Dan kami mulailah belajar Matematika. Ku buka tasku lagi. Dan teringat didalamnya masih ada batang coklat yang tadi aku temukan didalam tas. Batang coklat dari Mr.Coklat yang masih misterius. Akupun mengeluarkan coklatnya.

"Guys, ini coklat ada yang mau ga ?"

"Duh makan aja Bell buat loe. Kan loe yang kelaperan" ucap Aldo sekenanya. "Lagian bukannya loe tuh cintaa banget sama yang namanya coklat" lanjut Aldo lagi.

"Iya emang suka banget sih, tapi gak enak juga masa dimakan sendirian" tungkasku

"Sudahlah Bell, kan itu coklat dikhususin buat loe dari Mr. Coklat. Udah makan aja" Faye berkoar haha

"Gak enaklah Fay"

"Ya udah taroh lagi, dan makan di rumah aja. Ribet amat sih nih cewe satu" sewot Aldo

"Loe dari tadi sewot mulu sih. Ntar gak jadi di ajarin sama gue hayo"

"Iya deh iya maaf. Yuk ah lanjut kita belajar matematika" ajak Aldo.
Dan teman-teman lainnya pun segera mengeluarkan buku-buku dan catatan yang dulu mereka tulis.

Coklat Rahasia (Manisnya Cinta hanya Kau dan Aku Rasakan)


Chapter 1

Cinta tak semudah rumus matematika, kadang buat bingung dan rumit. 

"Bella jadi belajar barengkan?" Ucap Aldo, dia adalah teman kelasku, nama lengkapnya Rivaldo Aryon sudah 2 tahun aku bersamanya, menjadi sahabatnya. Pria bertubuh jangkung ini mengajak ku untuk belajar bareng. Besok adalah ulangan Matematika, dan Aldo sudah langganannya belajar Matematika bersamaku. Ya aku jago dalam hitungan, beda sama Aldo yang jago hapalan. Tapi kita sama-sama selalu melengkapi, saat aku harus berjuang mati-matian belajar biologi, maka Aldo adalah jurus utama untuk mengalahkan kelemahanku.

"Jadi bos, dimana Al?" Ucapku, sambil membereskan buku-buku pelajaran, karena sudah saatnya pulang.

"Rumah gue biasa, eh tapi temen-temen yang lain mau pada ikut. Gak apa apa kan Bell ?" Ujar Aldo

"Iya Bell, gue juga pengen ikut. Gue juga pengen jago menghitung kaya lo, biar gue tahu seberapa besar sih cinta gue ke lo Bell" ceplos Ogi sambil ngegombal.

Iya namanya Mada Sogi Syahreza, nama bagus tapi kelakuan semerawut. Kalo dibilang kece, dia terbilang kece. Putih, tinggi, berhidung mancung pula. Tapi sayang semua tertutup dengan sikap kelebayan dia yang akut. Katanya ini masih katanya, dia suka terhadapku, tapi aku tak pernah menggubris. Gombalan yang dia lontarkan tak hanya untukku, tapi untuk perempuan lain. Bahkan semua perempuan kelas XII IPA 1 sudah menjadi korban gombalannya.

"Yoi, semua boleh ikut, asal ada syaraat ya Al" ancam aku hahaha

"Apaan syaratnya Bell ?, jangan yang aneh-aneh yaa"

"Gak kok Al, cukup sediain makanan di Rumah lo ya"

"Soal itu gampang, sudah disiapkan seperti biasa Bell, gue tau lu kayak gimana" Yaa begitulah kita, sudah terbiasa dengan semua ini, belajar bareng sambil ngemil bareng di rumah Aldo.

Akhirnya semua buku sudah aku rapihkan dan dimasukkan kedalam tas, tapi tertanya sebelum aku memasukkan bukuku kedalam tas, barang itu muncul lagi. Ya! Sebatang Coklat berada didalam tasku lagi. 

“Fay, gue dapet coklat lagi” ceplosku 

"Ciyeee dapet coklat dari Mr.Coklat yang entah berantah siapa pengirimnya” ujar Faye

“Gue bingung, siapa sih yang ngasih coklat ini. Udah ketiga kalinya gue dapet coklat, dalam jam dan waktu yang sama, lo tau kan rabu kemarin gue dapet coklat yang serupa, dan rabu kemarinnya lagi juga sama. Dan waktunya pas jam pulang kaya gini pula. Siapa sih pengirimnya?” Kebingungan mulai menghantuiku.

Aku bingung dengan ini semua, ketigakalinya aku mendapatkan coklat, dalam bentuk yang sama, jam yang sama, dan hari yang sama. Dan yang lebih anehnya, coklat itu punya nama. This name is “ESPECIALLY FOR YOU”. Sangat berbeda dari kebanyakan coklat yang selalu aku beli di mini market. Tapi coklat ini berbeda. Seperti diproduksi sendiri.

"Sudah terima saja Bell, kan coklatnya juga enak hahaha" ucap Faye

Dia sahabat sekaligus teman sebangkuku sejak kelas sepuluh, sepertinya aku dan Natasha Faye sudah ditakdirkan bersama sekelas, sebangku, sesekolah, sehidup, mungkin semati. Oh tidak. Berkacamata karena gemar membaca, dia jago nulis, ratu dari segala ratu koleksi novel, begitu banyak koleksi novel dirumahnya, hingga dia punya ruangan sendiri khusus buat koleksi novel-novelnya, sangat berbanding terbalik denganku. Yang tak minat untuk membaca novel, apalagi harus membaca novel setebel-tebelnya dengan ratusan halaman yang menggunakan font kecil, duh meribetkan.
Kembali kebatang coklat tadi, aku heran siapa pemilik coklat ini. Kenapa dia begitu niat mengirimkan coklat tiap hari rabu kepadaku.

"Eh gi, lu yang ngasih coklat ke gue ya?" Tanya ku pada Ogi, ya Ogi sasaran utamaku aku tanyakan, karena kadang tingkah dia yang selalu keterlaluan.

"Kalo iya emg kenapa Bella ? Pasti lo gak akan percaya" ucap santai dari ogi

"Itu ogi yang bikin special buat kamu sayaang"tambah Ogi lagi

"Lu percaya sama si Ogi Bell ? Cowo mata keranjang gitu hahaha" tawa Faye

Ogi juga malah cengengesan seperti itu. Dan tampang wajahnya sangat tidak bisa dipercaya
Bener juga kata Faye, duh aku semakin bingung. Lantas siapakah ? Aldo ? Gak mungkin banget. Dia sahabat aku, lantas jika dia yang memberikan coklatnya padaku, pasti dia langsung memberikan kepadaku. Tidak mungkin dengan rahasia-rahasiaan seperti ini.

"Yuk Bell cabut sekarang, udah makan aja coklatnya jangan bikin bingung gitu, lagian lu harusnya bersyukur Bell" Ajak Aldo, dan benar yang Aldo katakan aku harusnya bersyukur dengan semua ini.

Sudah tak usah dihiraukan Bell, ujarku dalam hati.

"Ya udah, yuk cabut"

Aku, Aldo, Faye, Igo dan teman lainnya yang akan ikut belajar bareng bergegas keluar kelas, menuju parkiran.

Coklat Rahasia (Manisnya Cinta hanya Kau dan Aku Rasakan)



Prolog - 

Hujan menjadi alasan agar aku tetap tinggal disebuah tempat kecil yang dinamakan halte bis. Tak ada tanda hujan akan berhenti. Langit masih asik menangisi alam ini. Awan masih senang menampilkan warna abunya. Dan matahari masih asik bersembunyi, dan enggan untuk hadir menghentikan hujan.

Tak tahu harus berbuat apalagi, angin menulusuri celah-celah epidermis kulitku. Tubuhku menggigil tak bisa menahan celahan angin masuk ke tubuhku. Jaket penghangatku lupa aku bawa. Hanya menggosokkan kedua tanganku yang dapat menghangatkan tubuhku, meskipun hanya sementara.

Waktu menunjukan pukul 5 sore, semakin dingin yang kurasakan. Aku duduk dan masih menggosok-gosokkan kedua telapak tanganku sambil ku tiup-tiup. Bisku tak kunjung datang, apakah hujan sebagai inhibitor pak supir untuk menjalankan tugasnya.

Sekarang aku berdiri menengok kiri-kanan untuk memastikan bis menuju rumahku sudah datang atau belum. Celingak celinguk tak ada bis pun yang menampakkan kaca kebesarannya. Tiba-tiba sosok jangkung pria yang menggunakan masker berdiri di hadapanku, sontak aku kaget dengan keadaan ini. Pria misterius yang memiliki postur tubuh yang tinggi, mungkin kepalaku hanya sejajar dengan bahunya.

"Kamu kedinginan" pria itu bicara dengan masker yang masih menutupi wajahnya. Aku hanya mengangguk. Karena benar adanya aku memang kedinginan. Ku lihat matanya, sepertinya mata itu tak asing untukku. Begitu familiar. Dan hidung mancungnya terlihat begitu sempurna lengkungannya walaupun ditutupi masker.

"Pakailah" pria itu melesat pergi berlari begitu saja, dan ternyata dia meninggalkan jaketnya dipundakku. Jaket kebesaran berwarna hitam seketika menghangatkan tubuhku yang dingin. Aku melongo kaget. Kenapa aku tak sadar saat dia menaruh jaketnya di pundakku.


tidiiiiiittttt……tidiiiiiit….. Klakson bis yang akan ku tumpangi membuyarkan lamunanku.

"Neng„ mau naik ga" kata kondektur bis itu.

"Iiiii….yaa pak" gugupku, aku buru-buru melesat dari Halte dan menaiki Bis itu.

Aku mencari tempat duduk kosong, dan kulihat disebelah kiriku ada kursi yang kosong dekat jendela bis. Akupun duduk disana. Bis pun melaju. Aku termenung apa yang terjadi barusan, siapa pria misterius itu yang tiba-tiba menghangatkan tubuhku dengan memberiku jaket. Wajahnya memang terlalu familiar untukku, meskipun masker yang menutupinya. 
Tapi sayang, aku tak mengingatnya.

Jumat, 18 Juli 2014

Rinduku terobati

Malam itu pesonamu kerap kali menjatuhkanku kedalam lubang kebahagiaan
Seakan-akan kau hadir dan mengobat rinduku yang berat
Masih ku ingat, senyuman manismu membuatku semakin terperangkap
Pegangan tanganmu seakan-akan menjagaku dan melindungiku
Kau jaga aku dengan hati-hati seakan akan aku adalah telur yang mudah pecah
Indahnya malam itu, harapku ingin hentikan waktu
Agarku bisa merasakan nyamannya berada di sampingmu
Menikmati senyum indahmu
Mencium bau tubuhmu yang khas melekat dihidungku
Seakan pulangpun wangi tubuhmu masih kurasakan
Menikmati genggaman tanganmu, seakan aku tak mau kau lepaskan
Dan aku ingin waktu itu berhenti
Hanya untuk bersamamu
Berdua saja
Kurasa malam itu lebih indah
Dan aku merindukannya :)

Rabu, 16 Juli 2014

Semangat Sayang

Hai„„

Untuk seseorang yang akan memperjuangkan cita-citanya
Semangat untukmu

Do’aku takkan pernah berhenti
Aku selalu meminta kepada Tuhan
agar lelaki ini bisa tercapai keinginannya harapannya

Aku akan bahagia bila lelakiku bahagia
Aku sayang dan cinta dia
Aku mendukung semua yang ia inginkan

Tuhaaan, ku mohon dengar dan kabulkan keinginan dia
Lihatlah perjuangan dia
yang selalu berusaha untuk belajar
Yang tak pernah berhenti beribadah kepadaMu
Tuhan kau tak pernah tidur, ku yakin, kau mengabulkan semua keingannya cita-cita

Semangaaat sayang, do your best
I'll support you my lovely
Kejarlah cita-cita mu sayang

Jumat, 04 Juli 2014

Bahu Tempatku Bersandar

Tak salah memilihmu
Disaat aku benar-benar rapuh
Kau datang
Kau rela menjadi bahuku
Bahu tempatku bersandar
Kau buatku tenang
Menenangkan hatiku yg galau
Saatku meneteskan airmataku
Kau rela menghapus air mataku
Saatku pikiranku kacau
Kau rela mendinginkan pikiranku
Saatku terpuruk menangisi keadaan
Kau datang memberikanku senyuman
Kau rela menjadikan tempat bersandar
Kau rela menenangkan jiwaku
Kau rela melakukan semuanya hanya untuk membuatku tersenyum lagi
Kau lelakiku yang selalu ada
Kau lelakiku yang selalu peka
Kau lelakiku yang selalu rela melakukan apa aja hanya untuk membuatku bahagia
Kau, tak ada lagi lelaki seperti kau
Kau memang segalanya

Kamis, 03 Juli 2014

Menahan Rindu

Ketika ku merindukanmu
Tak berani ku katakan padamu
Tapi hanya bisa
Mendengarkan lagumu suaramu
Hanya itu obatku
Obatku hanya lagumu
Yang dulu kau persembahkan untukmu
Tapi luka rindu yg kurasakan
Belum bisa sembuh total
Sembuhku jikaku bertatap muka
Menggenggam jemarimu
Mencium aroma tubuhmu
Tapi jarak yg memisahkan kita
Penghalang besar yg buatku makin terluka
Yaa..... Terluka menahan rindu :')

Minggu, 29 Juni 2014

Masih Tentangmu

Masih tentangmu
Seberapa besar lagi otak ini selalu memikirkanmu
Seberapa lama lagi rindu ini menjelajahi setiap waktu yg ku lewati
Rasanya aku tak ingin tahu sampai kapankah itu
Malam itu aku bermimpi
Mimpi tentangmu lagi
Kau datang menghampiriku
Menggenggam erat tanganku
Seakan kau tak mau ku lepaskan
Buktikan bahwa mimpi itu
Bukan kemungkinan lagi jika aku merindukanmu
Atau mungkin kamu rinduku jua ?
Seberapa berat rinduku ?
Rasanya kiloan besi dibumi ini pun masih kurang jika ku bandingkan
Masih tentangmu
Tatapanmu saat itu masih ku ingat
Semburat senyum diwajahmu masih ku bayangkan
Tak kuasa jika ingatan itu hilang
Bahkan jangan sampai pernah terjadi
Entah apa aku masih bisa menikmati itu semua selamanya ?

Sabtu, 07 Juni 2014

Saat Berada Didekatmu

Kali pertama ku melihatmu
Si hidung mancung yang memikat
Sosok jangkung yang berdiri dihadapanku
Kau membuat dada ini menjadi sesak

Kali kedua ku melihatmu
Kulit sawo matangmu tak memudarkan ketampananmu
Saat kau menghampiriku
Dadaku bergetar lebih hebat dari biasanya

Kali selanjutnya ku melihatmu
Tak ada kata bosan memandang wajah manismu
Berada duduk didekatmu
Jatungku berdegup hebat lebih dari biasanya

Aku terbiasa melihat sosokmu
Apalagi senyum manismu.
Benarkah jika aku sedang jatuh cinta ?

Kepada sosokmu yang kerap kali membuatku terpesona
Wahai sosok jangkung yang selalu membuat dada ini bergetar hebat
Saat berada didekatmu.

Sosok Hadirmu

Rindu asa yang kerap kali menghantui
Tak berjumpa sehari rasanya beratus tahun
Padahal inginku hanya melihatmu
Tak apa walau hanya dari jauh
Lebih dekat buatku lebih bahagia
Melihat kau yang semakin tampan
Pesonamu kerap kali ku makin jatuh cinta
Kumis tipismu yg tebar pesona
Bibir manis yang kerap kali menyunggingkan senyum untukku

Sampai kapan aku menikmati pesonamu ?
Aku tak mau tahu
Sampai kapan aku berada didekatmu ?
Aku tak mau tahu juga

Cinta kerap kali menumbuhkan rasa keegoisan
Semacam aku tak mau kehilangan sosokmu
Aku terlalu terbiasa dengan sosok hadirmu
Yang selalu memujiku dan mengertiku
Sosok sepertimu sangatlah langka
Beruntung aku dekat denganmu
Yang bisa menikmati cinta darimu

Jumat, 09 Mei 2014

Kau Tercipta Untukku

Bagaikan Bintang yang selalu menemani setiap malam,
Kaulah lelakiku yang selalu ada untukku
Menjagaku, menemaniku, menyemangatiku disaat aku terpuruk sendirian

Bagaikan Matahari yang selalu memberikan senyuman setiap hari
Senyummu tak kan pernah pudar untukku,
Tingkahmu yang selalu buatku menyunggingkan senyum di wajahku

Bagaikan pangeran yang datang dari negeri dongeng,
Yang membuat wanita sederhana sepertiku bisa terpikat oleh ketampananmu.

Aku selalu merasakan getiran-getiran hati yang lebih dari biasanya,
Jantungku yang semakin berdegup hebat dari biasanya saat berada didekatmu.

Ini cinta…. cinta yang indah begitu indah,
Takbisa aku rangkai oleh untaian kata” karena ini sangaat indah.
Ya... aku mencintaimu, aku menyayangimu setulus hatiku, begitupun sebaliknya.

Meskipun kita tak bisa saling memiliki, bagiku itu bukanlah suatu cobaan atau pun penghalang
Karena,
Bagaikan ombak yang menerjang karang,
itulah cintaku yang takkan pernah runtuh,
Tak pernah rapuh walau badai menghadang.

Karena ku tahu,
Kau tercipta untukku.

Senin, 05 Mei 2014

Hidupku kan Selalu Membutuhkanmu ❤️

by : R



Tak pernah setengah hati
Ku mencintaimu ku memiliki dirimu
Setulus-tulusnya jiwa
Ku serahkan semua hanya untukmu

Tak pernah aku niati untuk melukaimu
Atau meninggalkan dirimu
Sesal ku selalu bila tak sengaja
Aku buat kau menangis

Memiliki mencintai dirimu kasihku
Tak akan pernah membuat diriku menyesal
Sungguh matiku
Hidupku ‘kan selalu membutuhkan kamu

(Takkan Pernah Setengah Hati - Tompi)

Lagu ini selalu mampu menguatkan aku untuk selalu mencintaimu. Tak habis pikir kenapa aku bisa mencintaimu. Aku begitu terhipnotis dengan semua perhatianmu, rasanya kecanduanku akan hadirmu selalu buatku merasa bahwa hidupku selalu membutuhkanmu.

***

Hampir sebulan lamanya kita berkomunikasi secara intens, tak menyangka akan begini akhirnya.

Berawal dari sekedar kagum semata hingga memiliki perasaan yang lebih dari sekedar suka yang entah mungkin orang bilang ini cinta.

Cinta„„, butuh proses tuk memulainya. Bukan cinta namanya jika hanya sekedar kagum. Cinta itu tumbuh disaat kita terbiasa dengan kehadiran seseorang yang selalu ada untuk kita. Begitupun sebaliknya. Tapi apa cinta harus saling memiliki ?

Layaknya kertas dan pena. Itulah kita. Aku adalah kertas yang selalu membutuhkan goresan-goresan pena. Sedangkan kau adalah pena yang selalu mengisi kekosongan kertasku. Agar ruang hati yang kosong ini selalu terisi penuh oleh kehadiranmu.

***

Diluar masih gelap jam masih menunjukkan pukul lima pagi, aku bergegas kekamar mandi mengambil air wudhu untuk melaksanakan kewajibanku sebagai seorang muslim. Setelah kewajibanku terpenuhi, aku lirik handphoneku ternyata ada sebuah pesan singkat . Dilirik pesan singkat semalam sekitar jam setengah satu dini hari. Ku baca ternyata kamu yang mengirim pesan singkat itu, didalam pesan singkatmu kau ingin aku bangunkanmu agar kamu bisa melaksanakan shalat subuh.

Akhirnya aku balas pesanmu untuk membangunkanmu. Ku tunggu balasan darimu, tak ada jawaban. Hingga 10 menit ku menunggu. Tak ada balasan juga. Sepertinya kamu tak kunjung bangun juga. Lalu ku ketikkan namamu di kontak handphoneku, aku tekan tombol hijau. Akupun menelponmu. Disebrang sana terdengar nada telpon hingga akhirnya berubah menjadi suara “halo” dari sesosok lelaki yang mengangkat teleponku. Sesosok lelaki yang suaranya selalu kutunggu, yang selalu ku nantikan setiap pagi, suara yang begitu indah, sangat indah, mengindahkan pagi ini.

“Halo, bangun yaa shalat subuh” hanya itu yg aku ucapkan
“Iyaa, makasih udah ngebangunin” ucapnya
“Iyaa” kataku, hingga aku langsung menutup telepon darinya.
Itu sudah kebiasaan setiap hari aku membangunkanmu, jujur itu buatku senang sekali. Mendengar suaramu setiap pagi menambahkan semangat pagi ku tiap hari. Tak salahkan jika aku melakukan hal seperti itu setiap pagi ?

***

Hari kamis telah tiba, ini yang aku tunggu sangat aku tunggu. Kuliah masuk pagi, sudah terbiasa aku membangunkanmu setiap pagi, agar aura semangat ku bertambah mendengar suara mu setiap pagi.
Waktu menujukkan pukul 7.15 aku segera bergegas siap-siap ke kampus. Semua sudah siap. Akupun keluar mengunci pintu kostan ku dan segera turun ke lantai paling bawah. Ku bawakan sepeda motorku, ku tancapkan gas lalu pergi menuju kampus.

Tiba di gedung 5 lantai 3, aku segera bergegas menuju ruang kelas kuliahku. Waktu menunjukan pukul 7.45 dosen bahasa inggris pun masuk. Aku mengikuti semua pelajaran yang dia sampaikan dengan baik. Tak lama jam menunjukan pukul sembilan lewat, akhirnya mata kuliah pun selesai. Aku memasukkan buku-bukuku kedalam tas lalu bergegas keluar kelas menuju gedung berikutnya mengikuti mata kuliah lain. Saat aku keluar kelas tiba-tiba saja sesosok jangkung, pria tampan yang selalu membuatku terpesona tiba di koridor depan kelasku. Sontak melihat sosokmu. Tiba-tiba saja hati ini berguncang hebat dari biasanya, jantungku berdegup lebih kencang dari biasanya, saat melihat sosokmu. Ku lirik kamu, kamu menyunggingkan senyumanmu untukku. Jujur ini yang ku tunggu setiap hari kamis, berjumpa denganmu di koridor, melihat wajah manismu, dan senyuman hangatmu. Kamu yang selalu membuatku terpesona akan senyumanmu. Setiap senyumanmu yang mengalir dari sudut hati, benar-benar menjadi hal luar biasa yang tak mampu aku lupakan.

Kita pun saling tegur sapa, sayangnya tak bisa bertahan lebih lama melihat sosokmu, karena aku harus bergegas menuju gedung berikutnya untuk mengikuti mata kuliah lainnya. Andai kau tahu, aku berharap ingin lebih lama berada didekatmu, menikmati wajahmu yang manis dan senyummu yang selalu membuatku terpesona. Tapi tak mengapa sapaanmu yang sederhana sangat berarti bagiku. Tutur kata yang kau ucapkan selalu ku perhatikan. Setelah ku pamit padamu tak lupa pasti kamu bilang “hati-hati yaa” . sederhana memang, tapi itu yang selalu buatku menyunggingkan senyum diwajahku.

***

Kehadiranmu yang selalu ada melalui pesan singkat, membuatku semakin yakin saja jika aku takut kehilangan sosokmu. Apalagi saat percakapan kita semakin kesini terasa sangat instens saja. Aku dan kamu memiliki rasa yang sama. Siapa tak kira, bersama seseorang yang selalu ada, selalu hadir, saling perhatian melebihi perhatian dari biasanya tidak memiliki rasa yg lebih dari sekedar suka. Kita tahu perasaan ini sama, Aku mencintaimu, begitupun sebaliknya. Aku berusaha untuk tidak menyakitimu. Apalagi meninggalkanmu. Sesal pasti jika aku melakukannya. Aku terlalu terbiasa oleh kehadiranmu belakangan ini. Bisakah kita tetap seperti ini ?

Perhatianmu yang semakin hari semakin yakin saja, terlebih kata sayang dan cinta tanpa ragu lagi selalu kau ucapkan untukku. Aku pun demikian. Meskipun tanpa ada ikatan apa-apa hanya sekedar batasan teman. Entahlah, bagiku status tidak menjadi tuntutan sebuah cinta. Aku tak butuh dan tak menuntut kejelasan kita itu apa. Karena sudah kesepakatan dari awal, kita akan lebih fokus dulu mengejar cita-cita, menuntut ilmu setinggi-tingginya demi masa depan yang lebih baik. Alasan yang klasik memang, tapi bagi kita ini sangat penting. Menuntut status kejelasan bagiku tidak terlalu penting. Perhatianmu, semangatmu, ucapan sayang dan cinta yang selalu kau lontarkan itu sudah cukup bagiku merasa nyaman, bahkan lebih nyaman. Bukankah perasaan nyaman juga tak butuh penjelasan?

Banyak yang bilang “kenapa kita tidak pacaran saja” Perasaan sayang tidak selalu didasari oleh status kan ? begitu juga keseriusan dan kesetiaan. Status tak menjamin segalanya. Kita sama-sama tak ingin saling menyakiti dan tersakiti, sama-sama tak ingin merasa kehilangan. Hingga kita tak pernah menuntut untuk suatu kejelasann kita itu apa.

Terkadang didalam hati yang teramat dalam, aku takut kehilangan sosokmu, perhatianmu yang selalu kau berikan setiap hari, semangatmu yang selalu kau lontarkan disaat aku terpuruk, ucapan cinta yang tak pernah bosan kau ungkapkan untukku. Aku takut kehilangan itu semua. Makin dan semakin takut saja kehilangan sosokmu. Sosokmu yang begitu indah dan tenang. Siapa yang rela melepaskan seseorang sepertimu. Aku sama sekali tak rela.

Hanya berdo’a dan berdo’a saja pada Allah
Agar aku dan kau selalu didekatkan. Selalu memohon dan memohon kepada Allah agar aku selalu didekatkan oleh sosok yang aku cintai, sosok laki-laki idamanku. Yaitu kamu.

***

Semua berjalan seperti biasa, hari semakin hari aku terbiasa dengan sosokmu, terlebih jika kita selalu tukar cerita lewat telepon. Saling tahu menahu tentang kita, saling berbagi ilmu denganmu si jagoan matematika, tak lupa juga berbagi cinta dan sayang yang selalu kau lontarkan begitu saja.

Berada dekatmu memang banyak sekali hal-hal positif yang kudapatkan, tidak hanya ilmu, bahkan hatimu pun bisa kudapatkan. Ini indah sangat indah, dekat dengan mu memang berbeda dari laki-laki lain, entah aku tak bisa merangkainya dengan kata-kata tentang sosokmu, karena bagiku kamu memang berbeda.

Masih ingatkah saat kita bercerita lewat telpon, saat itu juga diseberang sana kau memainkan gitar kesayanganmu dan membawakan sebuah lagu untukku ? Petikan tiap petikan gitarmu membuat hati ini begitu nyaman, begitu tenang hingga aku tak rela jika petikan gitarmu berhenti begitu saja. Ini memang sederhana, tapi penuh makna. Lagu Semua Tentang Kita dari Ex-Peterpan yang kau bawakan begitu nikmat, sangat nyaman ku dengar hingga ulu hatiku. Berharap jika suatu saat nanti aku bisa melihatmu memainkan gitar dan membawakan lagunya secara langsung khusus buatku, dan itu memang yang aku tunggu.

Cerita demi cerita selalu berbagi, hingga tak sadar bahwa kita memiliki banyak kesamaan yang sama. Mungkin kah kita ………….. ? yaah mungkin tahu maksudnya apa, bukankah berharap itu harus ? Tapi semua kehendak yang maha Esa.
Aku sebagai hamba-Nya hanya bisa berdo’a agar aku selalu didekatkan denganmu dengan ridha Allah.


***
Perlukah alasan untuk mencintaimu ? Aku tidak dapat menjelaskan alasannya…tetapi aku sungguh mencintaimu. Namun, jika cinta tetap memerlukan alasan… maka alasannya hanya satu… ANA UHIBBUKA FILLAH, Aku Mencintaimu karena Allah.

(Sesosok lelaki yang selalu menyunggingkan senyum diwajahku)

Selasa, 22 April 2014

Ana Uhibbuki Fillah

image

Entah sampai kapan, bibir ini terus menyunggingkan senyum diwajahku. Semua karena engkau lelakiku.

Cinta dan semakin cinta akan engkau, Allah terlalu baik untukku, begitu baik, mengirimkan seorang malaikat yang aku idamkan, yang aku harapkan. Kedekatan ini semakin dekat saja, hingga aku tak rela jika suatu saat nanti aku kehilangan sesosok lelaki yang sekarang begitu aku sayang dan cintai.

Ya Allah aku hanya meminta ridhomu, ridhomu yang begitu sangat berarti. Bagaimana apa yang dikatakan lelakiku tadi malam yang buat ku tersentuh dan terharu, dia mengatakan bahwa “Hamba tak pernah lelah untuk memohon agar kami selalu didekatkan, jaga kedekatan kami ya Allah, tolong kabulkanlah permohonan hambaMu ini ya Allah, dekatkan kepada hal-hal positif ya Allah dan tolong ridhoi ya Allah” begitu tersentuh hingga hati ini semakin yakin saja bahwa aku semakin cinta lelakiku karena Allah.

Atas nama cinta, aku tak pernah berhenti berdo’a untuk kedekatan kita atas ridho Allah. Cinta ini begitu sederhana sangat sederhana, hingga aku tak bisa mengukir dengan kata-kata yang indah, karena cinta ini terlalu indah, indah dengan ridhoMu ya Allah. Aku tidak minta apa-apa, aku hanya minta ridho-MU, karena sekali lagi...

Aku Sayang Lelakiku Karena Allah
Aku Cinta Lelakiku Karena Allah





(Sosok lelaki idamanku)

Jumat, 11 April 2014

Apalah Arti Cinta

Bukan, pertemuan ini bukan kebetulan semata. Ini takdir, takdir yang direncanakan Tuhan. Merencanakan pertemuan kita.

Awalnya, ini hanya perasaan kagum semata karena ketika dulu aku masih terikat bersama laki-laki lain. Namun pikirku salah, setelah kesendirianku tiba dan aku hampir pernah tak mau kenal yang namanya ‘cinta’, kau datang. Dari seringnya mengirim pesan singkat yang sekedar menanyakan tugas dan nilai-nilai ipk, hingga percakapan yang begitu intens, bisa dibilang ini lebih istimewa.

Berawal dari kata ‘peduli’ buatku merasa ini lebih dari sekedar kagum, yah aku mulai menyukaimu. Dan tak bisa ku bayangkan kau pun merasakan hal yang sama. Semua berjalan seperti biasa, aku tebiasa dengan kehadiranmu, sosokmu yang selalu ada untukku. Keterbiasaan kita yang sering bercakap lewat pisan singkat yang semakin intens. Aku terlalu menikmati kenyamanan ini. Hingga rasaku mulai berubah, tak hanya sekedar suka semata tapi juga ‘sayang’.

Entah mengapa hal ini bisa terjadi, semua berawal seiring berjalannya waktu. Aku mulai takut kehilanganmu. Terlebih percakapan kita sekarang melebihi percakapan biasa. Kau tahu aku merasa banyak kesamaan antara aku dan kamu, dimulai dari nasib kita masuk keperguruan tinggi yang mungkin masih setengah hati hingga kesamaan tentang kisah cinta. Aku dan kamu sama-sama pernah mengalami kandasnya percintaan, namun alasan kita berbeda. Aku diputusin oleh masalaluku, sedangkan kamu, kamu yang memutuskannya terlebih dulu bersama masalalumu, tapi sama-sama mengakhiri cintanya.

Aku dan kamu sering bertukar cerita, dimulai dari tentang pendidikan hingga cinta. Dari sana aku mulai mengenal sosokmu, ternyata sosokmu begitu indah dimataku, kau membuatku semakin terpesona. Ternyata kamu adalah sosok lelaki idamanku. Kau lelaki yang bertanggung jawab, pintar, perhatian dan mengerti perasaan wanita, bahkan kau adalah sosok lelaki yang sejatinya sangat menurut perintah orang tua, tak jarang lelaki sesosokmu seperti itu, aku bangga sangat bangga berada dekat denganmu.

Tak hanya itu kau adalah penyemangat belajarku, ketika aku hampir terpuruk dan frustasi karena semangat belajarku menurun, kau datang, kau menyemangatiku. Bahkan sampai sekarang kau tak pernah lelah terus menyemangatiku tanpa bosan. Aku semakin takut kehilanganmu. Inilah yang aku takutkan.

Salahkah jika setiap hari kau selalu menyunggingkan senyum diwajahku, perlakuanmu terhadapku yang selalu buatku terbang melayang, kata sayang yang selalu kau ucapkan, semangat yang tak pernah bosan, hingga do’a yang selalu kau panjatkan untukku. Dari sini pun aku mencoba berusaha menyemangatimu, saat kau mulai pesimis dengan keinginanmu aku berusaha membujukmu untuk tetap optimis dan tak kenal lelah atau menyerah, bahkan do’aku untukmu tak pernah berhenti ku panjatkan setiap melaksanakan ibadah 5 waktu. Tuhan, jaga dia selalu untukku.

Semakin hari aku semakin menggilaimu, terlebih setiap malam kau selalu menghubungiku lewat telephone. Suaramu diujung sana begitu indah ku dengar, aku bahkan tak mau jika percakapan kita ini harus berakhir. Keterbukaan mu, kejujuran mu, membuatku semakin mengenal dan mengenal lagi sosokmu.  Benih -benih cinta ini semakin menjadi, sampai-sampai aku tak paham alasan yang aku jelaskan, mengapa aku bisa mencintaimu.

Cinta ini tulus, sungguh. Tak ada penuntutan-penututan untuk menjelasakan apa status kita. Perasaan sayang gak selalu didasari oleh status, begitu juga keseriusan dan kesetian. Status tak menjamin segalanya. Kita sama-sama tak ingin saling menyakiti dan tersakiti, sama-sama tak ingin merasa kehilangan. Hingga kita tak pernah menuntut untuk menjalani kedalam hubungan yang lebih serius. Jika sudah terlalu nyaman dengan semua ini, mengapa kita menuntut yang lebih. Kita tahu konsekuesi ada nya status hubungan ujungnya seperti apa. Dan itu yang buat aku merasa takut. Bahkan kamu pun berpikir demikian.

Walau ku tahu, banyak sekali wanita-wanita yang menggilaimu dan mendekatimu itu hak kamu, aku tak bisa melarangmu begitu saja. Aku bukan siapanya kamu, tapi jujur, aku senang meskipun kamu didekati banyak wanita tapi kamu tetap memilihku.

Bagiku dekat denganmu saja sudah merasa nyaman, bahkan aku tak sempat berpikir kita akan sedekat ini. Kita jalani senyamannya kita. Yang penting perhatianmu, nyamanmu, selalu ada untukku.
Percaya jodoh pasti bertemu.



(Untuk sosok lelaki idamanku -a)

Rabu, 02 April 2014

Takut Kehilanganmu

Makin dan semakin takut saja kehilangan sosokmu
Sosokmu yang begitu indah dan tenang
Siapa yang rela melepaskan seseorang sepertimu
Aku sama sekali tak rela

Hanya berdo’a dan berdo’a saja pada Tuhan
Agar aku dan kau selalu didekatkan
Ini terlalu nyaman sangat nyaman
Meskipun tidak di dasari dengan tuntutan status
Rasanya bersamamu aku bahagia

Kita tahu perasaan ini sama
Aku mencintaimu, begitupun sebaliknya
Aku berusaha untuk tidak menyakitimu
Apalagi meninggalkanmu
Sesal pasti jika aku melakukannya

Ketakutanku semakin banyak
Aku takut
Sangat takut kehilangan sosokmu

Rabu, 26 Maret 2014

Tak Rela

Ini begitu indah
Sangat indah
Rasanya takut keindahan ini pudar begitu saja

Ini begitu nyaman
Sangat nyaman
Rasanya takut kenyamanan ini hilang begitu saja

Tak rela, aku kehilanganmu
Tak ada niat, aku meninggalkamu
Aku mencintaimu
Sangat mencintaimu

Jumat, 14 Februari 2014

Tragedi Cinta di Januari


Sudah setahun ini aku menyendiri, setelah dia meninggalkanku. Bara. Namanya adalah Bara. Orang yang telah menyianyiakan perasaanku yang mengkhianati cintaku demi wanita lagi. Padahal saat itu aku sedang cinta cintanya, tapi dia tega meninggalkanku. Entah apa maunya. Aku sadar aku memang tak sempurna, Aku tahu aku hanya gadis sederhana, tapi dia yang begitu membuatku terpesona, yang membuatku begitu sempurna dia dimataku. Saat dia menyatakan cinta kepadaku dengan gentlenya, aku tak sia-siakan kesempatan itu. Tanpa pikir panjang, aku menerimanya.

Dulu ku pikir dia berbeda dengan lelaki lain, ku pikir dia memang benar-benar mencintaiku dengan tulus, ku pikir dia setia. Tapi pikirku salah, dia pembohong besar, Bara hanya berpura-pura mencintaiku. Dia main wanita dibelakangku. Ternyata dia mengkhianati cintaku. Sakit sekali disaat dia memutuskan untuk meninggalkanku hanya karena wanita lain. Hingga saat ini pintu hatiku masih sulit dibuka untuk orang lain. Mungkin karena terlalu takut untuk jatuh cinta lagi. Takut disakiti yang kedua kali lagi. Karena mungkin itu resikonya. Jika kita ingin jatuh cinta harus siap pula untuk patah hati. Jika kita sayang kepada seseorang harus siap juga untuk ditinggalkan.

Tapi belakangan ini, ada seorang temanku. Dia mulai mendekatiku. Awalnya kita dekat hanya sekedar menanyakan tugas tugas kuliah, tapi akhir-akhir ini obrolan kita menjadi sedikit intens. Namanya Raffi. Dia menjadi lebih perhatian terhadapku. Baik lewat pesan singkat atau tatap muka sekalipun. Apalagi dia adalah teman sekelasku dikampus.

*Kring.. Kring...* Blackberry ku berbunyi, tanda BBM masuk. Ternyata bbm dari Raffi.

Raffi : Key, Kita nonton yuk!!

Raffi ngajak nonton bareng. Memang dari dulu dia sering ngajak nonton, tapi tak pernah ku gubris, aku selalu bilang iya iya aja, namun tak jadi jadi. Karena kasihan, akhirnya aku berniat untuk sekarang menerima ajakan dia.

Aku : Oke! Kapan ?

Raffi : Malam minggu ini. Gmna ?

Aku : Sip

Sabtu malam di akhir Desember 2013.

*Tok…tok….tok* Pintu Kostanku diketuk. 

"Siapa ?" tanyaku, sambil melirik cermin sekali lagi kalau aku sudah rapih dan siap untuk berangkat.

"Raffi" Pintu pun ku buka, kulirik kiri kanan, ternyata hanya Raffi saja yang ada didepanku.

"Yang lainnya mana ?" Tanya ku

"Kita cuma nonton berdua kok key, gak apa-apa kan ?" Lah, pikirku dia ngajak yang lain, ternyata tidak. Kita hanya akan menonton berdua dan itu membuat ku heran. Tak jarang, Raffi ngajak nonton hanya berdua saja, dan itu dengan ku, di malam minggu pula.

"Oh.. gak apa-apa kok. Yuk berangkat" ajakku. Kita berjalan menuju Mall terdekat sekitar Kampusku. Karena jaraknya cukup dekat, dengan menempuh hanya 5 menit saja sudah sampai.

Tiba di tempat penjualan tiket cinema 21.

"Key, mau nonton apa nih ?"

"Gimana kamu aja, kan kamu yang ngajak" Dia menimbang-nimbang dan melihat layar yang ada dibelakang kasir tiket yaitu daftar judul-judul film yang ditayangkan.

"kita nonton Kapal Van Der Wijck aja yuk!!"

"Oke, film itu aja, kayanya menarik"

"Mba, tiket Kapal Van Der Wijck dua" ucapnya kepada kasir itu

"Semuanya Tujuh Puluh Ribu Rupiah mas" Katanya sambil menyerahkan tiket. Ketika aku hendak mengeluarkan dompet. Dia bilang "Gak usah, dari aku ajah"

"Thank’s fi " ucapku

Kita pun masuk ke Studio 1 tempat film itu akan kita tonton. Kita duduk di kursi bagian C jajaran ke 3 dari belakang. Tak lama film itu pun di mulai.

Pada saat dipertengahan film. Tiba tiba saja, tangan Raffi memegang tanganku, sontak aku kaget. Tak biasanya dia melalukan hal itu. Lalu pas aku nengok ke wajahnya, dia membalas tengokanku lalu tersenyum, entah kenapa aku menerima saja genggaman itu, aku tak mengelaknya karena rasanya itu membuatku nyaman. 

Mungkin sudah lama rasanya aku tak merasakan genggaman dari seorang lelaki. Jujur saja, itu teringatkanku kepada Bara, saat kita masih pacaran saat dia selalu melindungiku dengan tangan besarnya lewat genggaman tangannya terhadap tanganku, tapi itu dulu.

Setelah hampir dua jam setengah, film itupun selesai. Lumayan, membuat badan itu pegal karena kelamaan duduk. Dengan sadar tangannya pun dilepaskannya. Dan berkata “maaf” . Baru bilang maaf setelah hampir satu jam dia pegang tanganku. 
Tapi aku tak mengelak, ku balas dengan senyum saja.

Akhirnya kita keluar dari studio tersebut. Ku lirik jam tanganku ternyata jarum jam menunjukan jam sembilan lebih tiga puluh menit, dan itu bagiku sudah malam.  Dan pintu gerbang kostan ku ditutup jam sepuluh malam. Kita jalan kaki menuju kostan masing-masing.

"Fi, makasih yaaa. Aku masuk dulu…" ucapku ketika sudah tiba di depan kostanku

"Iyaa, makasih juga key, aku pulang yaa…" pamitnya

"Iyaa, hati-hati" kataku, akupun langsung masuk menuju kamarku.

31 Desember 2014

Terpaksa aku harus menjalani malam tahun baru ini dikostan, tidak dirumah dengan keluargaku. Semua ini karena UAS di kampusku belum selesai. Entah aku harus menjalani malam tahun baru dengan siapa, sedangkan teman-temanku pergi bersama kekasih mereka masing-masing untuk menikmati malam tahun baru yang indah bagi mereka. Tapi tidak untukku, bagiku mungkin malam nanti akan terlihat flat, tidak special, biasa aja.

Siang ini, aku pergi ke mini market terdekat untuk membeli sedikit cemilan buat malam nanti, karena aku sudah merencanakan malam ini akan diam dikostan menikmati siaran televisi indonesia sambil ngemil, bagiku itu tidak akan buruk.

Tiba di mini market, aku membeli beberapa cemilan. Setelah itu, aku pun pulang menuju kostanku sambil menenteng makanan yang barusan aku beli.
Ketika diperjalanan menuju kostan, “Key….” serasa ada yang memanggil namaku, entah siapa.

"Key…. Tunggu!!" Ku tengok ke belakang, ternyata benar ada yang memanggilku. Dia Raffi. Dia berlari-lari menuju kearahku, sampai akhirnya.

"Iyaaa, ada apa fi ?"

"Ada yang ingin aku bicarakan sama kamu key" Katanya dengan ngos-ngosan mungkin efek berlarian.

"Yaaa.. bicara aja kali fi, biasanya juga suka langsung ngomong" ceplosku 

"Tapi, tidak disini key"

"yaa,. terus dimana ?"

"Nanti malem kamu ada acara ga ? " Key pun berpikir sejenak, dan menimbaang- nimbang.

"Sepertinya tidak ada. Kenapa emang?"

"Kalau enggak ada, aku ingin ngajak kamu jalan-jalan key, kita ketemu jam 9 malem di taman kota yaa. Ditunggu!!, bye!" Raffi pun langsung pergi meninggalkanku, padahal aku belum juga ngasih persetujuan kepadanya. Tapi dipikir-pikir ada benarnya juga, aku memang tak ada acara malam itu, lagian malam ini malam tahun baru, bagiku itu menarik jalan bareng Raffi, ya walaupun hanya sama Raffi, tapi bagiku itu sudah cukup membuatku bahagia untuk tahun baru kali ini.

Aku pun langsung menuju kostan. Tak ada kerjaan selain menonton televisi, sambil menunggu jam 9 malam. Tapi aku heran lagi, akhir-akhir ini Raffi sering sekali ngajak jalan bareng. Terlebih sekarang, dia sering bbman sama aku, dan bbman pun bukan bbman biasa, dia jadi sedikit perhatian, sering ngingetin aku makan, mandi, beribadah, segalanya, yaa seperti Bara dulu yang sering memperhatikanku seperti itu. Tapi sayangnya, aku tak terlalu menggubris balasan dari Raffi, aku selalu jawab seadanya saja, tak seperti sama Bara dulu, jika ada bbm dari dia pasti aku balas dan selalu ku gubris dengan senang hati. 

Namun, jujur saja sih, akhir-akhir ini akupun jadi sedikit nyaman ada didekat Raffi, mungkin karena perlakuan dia terhadapku yang terlalu berlebih. Memang aku terlihat biasa saja perlakuanku terhadap dia, tapi jika aku didekatnya rasanya begitu nyaman, apalagi kejadian dulu ketika kita nonton, dia pegang tanganku begitu hangat, anehnya aku tak menolaknya, mungkin itu, aku merasa nyaman didekatnya.

Pukul 21.50 di Taman Kota

Aku menggunakan kaos oblong warna merah dan celana jeans biru dongker panjang menggunakan tas selendang kecil berwarna hitam. Dan aku lupa tidak memakai jaket karena aku tadi terlalu buru-buru gara-gara tadi ketiduran dikostan. Dilirik jam tanganku sudah pukul 21.50, aku ngaret hampir satu jam, pasti Raffi sudah menungguku sangat lama. Kulihat kiri kanan mencari Raffi. Disana ada sesosok laki-laki menggunakan jaket coklat dengan celana jeans hitam panjang dan sepatu kest warna hitam pula sedang duduk dikursi besi panjang yang memunggungiku, ku lihat-lihat rasanya aku kenal, lalu aku menghampirinya.

Pikirku benar, sesosok lelaki itu ternyata Raffi, akupun menghampirinya lalu dia pun melihat kearahku, sambil menyunggingkan senyum diwajahnya, dia cukup menarik malam ini meskipun dia memiliki kulit sawo matang sama sepertiku tapi dia memiliki hidung yang bangir seperti orang arab. Jujur saja aku suka penampilannya malam ini, dia terlihat tampan. Lah kok, aku jadi sedetail ini memperhatikannya.

"Hey… Key.. kok bengong ?"

"Haah, apa fi ?" kaget ku, lah sedetail ini aku memperhatikannya dari tadi, hingga aku tak sadar dia berbicara padaku

"huh hah heh heh, udah yuk!! kita ke sana beli kembang api" ajaknya , sambil menarik tanganku, aku kaget dia memegang tanganku yang kedua kalinya dengan begitu hangat, lalu menuju tukang kembang api yang di tunjung Raffi tadi. Aku pun mengikutinya, dia tetap saja memenggang tanganku. Setelah membeli kembang api, kita pun duduk dikursi besi yang tadi diduduki Raffi pas kita ketemu.

"Fi, maaf yaa aku ngaret tadi, habis aku tadi ketiduran, maaf yaa" Jujurku, aku minta maaf kedia karena aku memang salah.

"Iya gak apa-apa kok key, kamu udah datang pun aku seneng banget, makasih yaa udah datang"

"lah kok bilang makasih, aku yang salah gara-gara aku telat"

"ya sudah, tunggu bentar yaa aku mau kesana dulu, kamu tunggu disini yaa, awas jangan kemana-mana" aku mau tanya kedia mau kemana, dia langsung ngeleos aja. hem! kebiasaan dia seperti itu. Akhirnya aku pun nunggu dia, sambil melihat orang-orang disana dengan bahagianya memainkan kembang api, meniup terompet, juga tukang jajanan yang begitu ramai oleh para pengunjung disini, tak hanya itu hiruk pikuk kendaraan yang mulai memadati taman kota ini. Ini kali pertama aku keluar malam, ditaman kota yang begitu banyak orang. Awalnya aku tak suka dengan kegaduhan-kegaduhan disekitar sini yang begitu berisik, terlebih banyak orang yang berdua-duaan bersama kekasihnya, yang membuatku sedikit envy, mungkin mereka akan menikmati malam tahun baru ini begitu indah, ya pikir mereka. Karena ajakan Raffi kesini, akupun mau. Tak lama Raffi pun datang, dengan menenteng permen kapas berwarna pink.

"Taraaaaaaat, nih buat kamu" Raffi memberikan permen kapas itu untukku, dan aku pun menerimanya.

"aaah makasih banyak Raffi, kok tau sih aku suka permen kapas"

"dan ini satu lagi, taraaaaaat" dia mengeluarkan permen cha-cha kesukaanku dari saku celananya.

"Raffiiiiii, kamu baik banget. makasih yaaa" dengan refleks aku memeluknya saking senangnya.

"Eh maaf" ucapku, sambil melepaskan pelukan itu. Entah kenapa dia begitu baik terhadapku, bahkan permen favoriteku saja dia belikan untukku. 

Akhirnya aku dan Raffi pun menikmati malam ini, kita bermain kembang api sambil memakan permen kapas yang dikasih oleh Raffi. Aku berteriak meneriakkan kembang api itu, rasanya aku begitu senang malam ini, ini sangat special, baru merasakan lagi kebahagiaku ini, setelah setahun aku diselimuti rasa galau karena Bara, namun dengan kedatangan Raffi kedalam kehidupanku itu membuat hidupku lebih berwarna lagi, dia membuatku tersenyum seperti ini.

Semakin malam semakin dingin, gara-gara aku tak membawa jaket akupun kedinginan apalagi dengan pakaianku yang hanya memakai kaos oblong. akupun lalu duduk dikursi besi panjang itu, sambil menelengkup kedua tanganku. Raffi melihatku seperti kedinginan, dia pun menghampiriku.

"Key..." sahutnya, aku hanya bergumam saja

"Kamu kedinginan yaa ?"

"Hehe, iyaa, tadi lupa ga bawa  jaket" Jujurku. Raffi segera membuka jaket coklatnya, lalu memberikan jaket itu kepadaku

"Ya udah, pake saja jaketku"

"jangan" tolakku, "Nanti kamu kedinginan" lanjutku

"Enggaklah key, aku kan cowok aku masih kuat kok, lagian bajuku juga berlengan panjang, pake yaaa" paksanya, akhirnya aku pakai jaketnya. Kenapa dia begitu perhatian terhadapku, begitu peduli, dan anehnya aku selalu luluh dibuatnya. Raffi....

"Makasih" ucapku dengan senyum simpulku. Terimakasih Raffi, kau buat malam ini begitu indah dan berwarna, ucapku dalam hati.

23.57

Tak terasa 2 jam berlalu, kita bersenang-senang menikmati malam ini, ini saatnya dimana malam pergantian tahun baru benar-benar dimulai. Orang-orang sekitar telah siap-siap menyaksikan kembang api terbesar di taman kota ini dalam hitungan detik. Pergantian tahun akan segera dimulai tiga menit lagi.

Tapi dibalik itu Raffi menarik tanganku, dia menggenggam erat tanganku. Deg.. hatiku, kenapa hatiku berguncang hebat ketika dia menggenggam tanganku. Padahal kemarin-kemarin aku biasa aja, lain halnya dengan sekarang, itu terasa lebih hangat.

"Keysa, kau tahu mengapa aku mengajak kamu kesini ". Aku hanya bisa menggeleng,dan menunduk kepalaku, aku tak kuat membalas tatapannya yang begitu intens, lalu tangan besarnya berpindah kewajahku dan mengangkat wajahku, agar aku bisa melihat wajahnya dan matanya.

"Ada yang ingin aku bicarakan sama kamu" tangannya menyelusuri rambutku.

"Jujur saja key, dari dulu sejak aku tahu kamu berpacaran dengan Bara, aku menyukaimu" Mataku melotot, dengan kagetnya. Hatiku semakin tak karuan.

"Ketika kau putus bersama Bara, aku senang sekali, disana aku berpikir aku bisa mendekatimu, namun sayang selama setahun ini kamu tak bisa melupakan Bara, kau terus mengaisi masalalu mu dengan Bara, sedangkan kau tak pernah sadar, ada aku yang akan menyembuhkan luka dihatimu" 

"aku terus berusaha untuk mendapatkan hatimu, dan sekarang. Aku senang, akhir-akhir ini kau selalu menerima ajakkanku, mungkin ini waktu yang lebih tepat bagiku untuk mengataknnya"

"selama setahun aku menunggumu, disini di tempat ini, atas nama bumi dan langit juga seisinya, dan riakan-riakan kembang api yang bermunculan menjadi saksi malam ini"

"Aku menyatakan, bahwa Aku Mencintaimu Keysa" Sontak hatiku rasanya bergemuruh seperti kembang api, rasaku bercampur aduk, senang, bahagia, sedih juga ragu segalanya bercampur menjadi satu. Tapi aku tak bisa berkata apa-apa, mulutku rasanya bungkam untuk bicara sepatah dua patah kata pun, sulit rasanya. Ternyata selama ini dia mencintaiku. 

Dia mendongkakkan wajahnya hingga sejajar denganku, aku semakin deg-degan dengan reaksinya yang seperti itu, wajahku dengannya semakin dekat hingga beberapa sentimeter saja, nafasnya mulai terasa, hidung kami pun semakin mendekat. Bibir kami pun akhirnya saling bersentuhan, aku tak menolaknya, bahkan aku menerima sentuhan bibirnya.

*Tiga….. Dua…. Satu*  *Duaaaaaaaaaar* Ledakan kembang api besar pun mewarnai seluruh taman kota, sorak sorai orang-orang dan tiupan terompet ikut memeriahkan malam tahun baru. Aku pun langsung melepaskan ciuman itu, ciuman itu pertanda bahwa aku menerimanya cintanya. Kita akhirnya menjadi sepasang kekasih di Tahun Baru ini, sungguh bagiku ini adalah kado yang paling mengejutkan di Januari ini.

"Terimakasih Key, aku janji aku akan menjadi laki-laki yang setia, aku akan selalu menjagamu sampai kapanpun, aku benar-benar mencintamu key" Langsung dia memeluku begitu hangat, pelukan itu begitu tulus, aku pun membalas pelukannya.

Terimakasih Tuhan, kau telah memberikanku lelaki yang begitu tulus menyayangiku, aku percaya janjimu Tuhan. Benar, ini adalah obat yang diberikan olehMu selama aku terus bersabar menghadapi cobaan yang aku derita setahun yang lalu, ini adalah obat yang terindah selama hidupku, obat itu adalah kamu Raffi.

3 Januari 2014

Akhirnya UAS terakhir pun selesai, dulu sebelum aku jadian sama Raffi, rencanaku akan pulang ke Jakarta setelah UAS, tapi rencanaku diundur saja, karena Raffi mengajak jalan-jalan kesuatu daerah pegunungan di daerah Bandung Selatan yaitu didaerah Ciwidey. Karena UAS beres jam 10, akhirnya kami pun langsung pergi menuju daerah yang akan kami kunjungi Kawah Putih, dengan menggunakan mobil yang dikendarai oleh Raffi.

Pukul 12 siang akhirnya kami sampai di Kawah Putih, Ciwidey. Meskipun tengah siang begini, cuaca disana tetap dingin, aku dan Raffi menggunakan jaket yang tebal. Disini kami berphoto bersama, menikmati kawah berwarna hijau tosca yang mengepulkan asap dan bau belerangnya. Walaupun diluar begitu dingin, tapi tidak dengan hatiku, hatiku begitu hangat berada didekatnya.

Aku sekarang mulai membuka pintu hati untuk Raffi, karena akan percuma jika aku terus mengaisi masalaluku, sedangkan disini ada Raffi yang begitu tulus mencintaiku, aku tak akan menyia-nyiakan kesempatan ini. Selama 3 hari setelah kita jadian aku berusaha menerima Raffi, dan benar aku bisa, sekarang aku mulai mencintainya, menyayanginya. Beruntung sekali aku bida memilikinya, dia yang begitu tulus mencintaiku. Aku mencoba bertahan untuknya, bagiku dia lelaki yang berbeda, dia sesosok pria yang setia, yang akan menjaga wanita yang dicintainya, yaitu aku. Kami bersenang-senang disini, bercanda tawa gembira. Tak ada lagi kecanggungan-kecanggungan Raffi semenjak kita pacaran, dia selalu jujur apa adanya terhadapku begitupun sebaliknya.

Setelah menikmati alam bebas di Kawah Putih, kami pun menuju Situ Patenggang, tiba disana, hawa dingin pun masih menyelimuti meskipun sekarang sudah siang sekitar pukul 2 siang, tapi tetap terasa dingin. Disini kita menyewa Sepeda Air, kami menaik benda seperti bebek itu dan kami pun menelusuri situ dan mengelilinggi Nusa kecil disana. Banyak orang bilang disana terdapat Batu Cinta, konon katanya batu tersebut merupakan lambang pertemuan antara pangeran dan putri yang saling mencintai, mereka bertemu di Batu Cinta itu, dan ketika kita menuju batu tersebut tenyata benar Batu itu melambangkan cinta, dengan kesempatan yang ada kami pun berphoto disana.

Setelah 2 jam di Situ Patenggang, cuaca sudah tak bersahabat, awan hitam mulai menyelimuti daerah ini, akhirnya kami memutuskan untuk pulang, lagian tak baik terlalu sore ditempat seperti ini. Diperjalanan pulang dengan guyuran hujan yang telah mengguyur didaerah tersebut, kami melihat pedagang jagung bakar disana, hemmm…. rasanya enak tuh, apalagi dengan cuaca diluar hujan, makan jagung bakar pasti maknyos! Ujarku dalam hati, aku terus melirik kesebelah kiriku, tak sadar mobil yang ku tumpangi tiba-tiba berhenti dan mendekat ke pedagang jagung.

"Laah.. kok berhenti ?"

"Aku tahu kok, kamu pasti ingin jagung bakar itukan sayang ?" tebaknya, bisa saja dia menebak apa yang ada dipikiranku saat ini

"Kok tau yang ?"

"Yaiyalah, dari tadi kamu lihat kekiri mulu, kaya yang udah gak tahan pengen makan tuh jagung" pantes saja, ternyata aku tak bisa membohongi diriku sendiri hihi.

"hahaha, kamu bisa aja, yaudah yuk!!" Kami pun memesan jagung bakar itu. Jagung bakar telah siap
Kamipun memakan jagung bakar itu, rasanya memang maknyoos, apalagi disaat hujan seperti ini, perut ikut hangat. Bahkan hatiku pun ikut menghangat karena berada di dekatnya. Setelah memakan jagung, kamipun melanjutkan kembali perjalanan pulang kami. Mungkin karena cape dan lelah juga kenyang efek makan jagung bakar, aku pun ketiduran.

Rasanya bibirku seperti ada sentuhan hangat, ketika ku buka mataku ternyata benar, Raffi menempelkan bibirnya ke bibirku. Lalu melepaskannya

"Bangun sayang, sudah sampai nih depan kostan kamu" Akupun menggeliat, saking nyenyaknya tidur, tak terasa sudah sampai lagi. "Sudah sampai ya yang" Sambil mengucek ngucek mataku.

"Iyaa sayang"

"Ya udah, aku turun yaa, makasih untuk hari ini" sebelum turun membuka pintu mobil aku langsung mengecup singkat pipi Raffi tanda terimakasih.Ketika aku mau membuka pintu mobil, tanganku ditahan olehnya.

"Tunggu, key"

"Ada apa lagi sayang ?"

"Ada sesuatu yang aku bicarakan"

"Apa sayang ? Ngomong aja " dengan ulasan senyum dariku

"Apa benar kau mencintaiku ?"Pertanyaan apa itu ? Yaa jelaslah aku mencintaimu.

"Kamu kok ngomong gitu, yaa jelaslah aku mencintaimu, jujur dari lubuk hatiku yang paling dalam. Aku sudah merasa nyaman didekatmu. Rasanya kamu adalah obat terindah yang diberikan oleh Tuhan untukku. Dan aku takkan menyianyiakanmu. Aku tulus mencintaimu, aku tak mau kehilanganmu Raffi" jujurku, aku pun langsung memeluknya.

"Tapi tidak denganku key"

"Apa maksudmu" aku langsung melepaskan pelukannya "Kamu, tidak bercanda kan ffi ? Kamu hanya bergurau kan ? Kamu mencintaiku kan " lanjutku sambil mengoyang-goyangkan tubuh Raffi untuk meyakinkannya. Namun Raffi hanya bisa menggeleng.
Tak terasa, butiran sedikit butiran air dimataku mulai jatuh.

"Maaf key, dulu aku memang mencintaimu, sangat mencintaimu. Tapi maaf, aku gak tau kenapa. Rasanya mungkin aku lebih baik sendiri dulu, maaf key bukan maksudku untuk menyakitimu" Air mataku semakin banyak mengalir, tak kuasa lagi untuk menahan. Hatiku begitu sakit saat mendengar ucapan demi ucapan yg dia lontarkan, rasanya bagaikan dihantam pedang yang begitu tajam menusuk jantungku.

"Tapi ffi, tak bisakah kita tetap bertahan ? Memperjuangkan cinta kita. Aku mencintaimu fi, aku mulai nyaman didekatmu" air mataku terus bercucuran tak ada hentinya.

"Maaf key, maaf. Aku tak bisa" tolak Raffi, dia langsung keluar, lalu menuju kearah pintu dekatku dan membukakan pintu mobilnya untukku

"Sekarang kamu boleh keluar, lalu masuk ke kostan mu dan beristirahatlah, ini sudah malam" ujarnya terhadapku Aku kaget. Dia mengusirku secara perlahan. Aku pun langsung keluar

"Lelaki kurang ajar" aku langsung menamparnya penuh dengan emosi

"Mengapa kau tega melakukan ini, kau putuskanku tanpa alasan yang jelas. Apa maumu sebenarnya ? Terus selama ini yang kita jalani ? Kau yg memelukku, memegang tanganku, menciumku. Itu apa Raffi ? Apa itu hanya pura-pura saja ?" emosiku mulai memuncak

"Tega dirimu kau lakukan itu padaku, jadi tiga hari ini apa ? Yang diperjuangkan selama ini apa? Cinta palsu ? Dimana letak hatimu sebenarnya ? Dimana perasaanmu? Mengapa kau tega melakukan ini padaku. Mana janjimu selama ini yang tulus mencintaiku ? Yang setia terhadapku ? Mana ? Kau bohong. Kau sama saja dengan lelaki lain. Bahkan kau lebih kejam dari semua lelaki yang pernah ada didekatku"

"Kau memang pengkhianat, kau hempaskanku begitu saja, kau tinggalkan aku begitu saja, kau siasiakan perasaanku. Denga mudahnya kau berkata seperti itu. Salah fi salah, aku telah salah memilihmu"isakanku semakin menjadi, ini adalah kesekian kalinya aku disakitin karena cinta.
Raffi hanya bisa diam saja, tak mengelak sedikit pun "Maaf, key" hanya itu yang bisa dia lontarkan, lalu dia masuk ke mobilnya dan meninggalkanku begitu saja.